Maritim Malaysia Ganggu Penangkapan 4 Kapal Ilegal, KKP Layangkan Nota Protes

Protes tersebut dikarenakan proses penangkapan empat kapal ilegal berbendera Malaysia oleh petugas KPP, diganggu oleh Maritim Malaysia melalui kapal

Maritim Malaysia Ganggu Penangkapan 4 Kapal Ilegal, KKP Layangkan Nota Protes
Kolase Tribunnews.com/Facebook
Kronologi Viral Kapal 'Maritim Malaysia' Kejar Kapal Indonesia, Ada 3 Helikopter Ikut Mengitari KP Hiu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengirimkan surat permintaan kepada Kementerian Luar Negeri untuk melayangkan nota protes kepada pemerintah Malaysia.

Protes tersebut dikarenakan proses penangkapan empat kapal ilegal berbendera Malaysia oleh petugas KPP, diganggu oleh Maritim Malaysia melalui kapal dan helikopter. 

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal PSDKP, Agus Suherman mengatakan, perbuatan yang dilakukan kapal dan helikopter milik pemerintah Malaysia yang memasuki wilayah Indonesia, dapat dikategorikan sebagai salah satu bentuk pelanggaran kedaulatan dan juga bentuk obstruction of justice (merintangi proses hukum). 

"Mereka menghalangi KP. Hiu 08 dan KP. Hiu Macan Tutul 02 yang sedang melaksanakan tugas dan kewenangannya berdasarkan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2019 tentang Perikanan," papar Agus di kantor KKP, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Menurutnya, atas tindakan tersebut maka KKP melayangkan nota protes melalui Kemenlu agar hal tersebut tidak terjadi kembali dan tidak menganggu persahabatan kedua negara. 

"Diharapkan pemerintah Malaysia dapat mengambil langkah-langkah untuk mencegah kegiatan ilegal fishing yang dilakukan oleh kapal-kapal perikanannya di perairan Indonesia," katanya. 

Baca: Malaysia Lobi Petugas KKP di Laut Saat Tangkap 4 Kapal Ilegal

Selain upaya tersebut, kata Agus, untuk mencegah gangguan penangkapan kapal ilegal, KKP bersama TNI Angkatan Laut dan Badan Keamanan Laut Indonesia akan lebih menggiatkan patroli di wilayah ZEEI Selat Malaka.

"Kehadiran kapal TNI Angkatan Laut dan Badan Keamanan Laut diyakini akan mampu menangkal serta melawan segala tindakan yang merupakan rintangan bagi penegakan kedaulatan Indonesia, terutama di wilayah Natuna Utara," tutur Agus.

Sebelumnya KP. Hiu 08 dan KP. Hiu Macan Tutul 02 menangkap empat kapal berbendera Malaysia di Selat Malaka karena memasuki perairan Indonesia tanpa izin dan mencuri ikan dengan menggunakan alat trawl.

Saat proses penangkapan dan dibawa ke pangkalan, pihak Malaysia menggangu dengan menggunakan kapal serta helikopter untuk meminta kapal tersebut dilepaskan. Namun, permintaan ini ditolak secara tegas oleh petugas KKP karena terbukti bersalah. 

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved