Pemilu 2019

IPI Minta Aparat Waspadai Serangan Fajar Jelang Pencoblosan dan Tindak Tegas Pelakunya

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono mengimbau agar aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku 'serangan fajar'.

IPI Minta Aparat Waspadai Serangan Fajar Jelang Pencoblosan dan Tindak Tegas Pelakunya
Tribunnews.com/Reza Deni Saputra
Peneliti Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo 

5. Kecamatan Tigabinanga, Kab. Karo, Provinsi Sumatera Utara

Bawaslu bersama Polres Karo pada Seni (15/4/2019) pukul 16.00 WIB mengamankan dua pelaku sedang membawa uang Rp 11.700.000 untuk membayar pemilih dengan calon dan memperoleh Rp 150.000 per orang.

Untuk calon sebesar Rp 25.000 per orang dan Calon Rp 50.000 per orang yang dijadikan satu paket menjadi Rp 225.000 per orang.

Petugas mengamankan pembawa uang sebesar Rp 190.000.000 Juta dengan nominal uang pecahan 20 ribu, pecahan 50 ribu, dan pecahan 100 ribu.

Saat di introgasi petugas dia mengakui uang tersebut diberikan untuk dibagikan kepada para pemilihnya.

Di lokasi yang terpisah dan di hari yang sama sekira pukul 21.00 WIB diperoleh informasi adanya kegiatan tindak pidana pemilu di seputaran jalan Samura.

Berhasil juga diamankan diungkap dengan melakukan penangkapan dengan barang bukti sisa uang yang sudah terlanjur dibagikan sebesar Rp 2.800.000 untuk pembayaran pemilihan calon.

Selain uang yang dijadikan sebagai barang bukti, disita juga kertas bertuliskan nama-nama pemilih dan beberapa blok kartu nama.

6. Siborang, Kota Padangsidimpuang, Provinsi Sumatera Utara

Peristiwa terjadi senin tanggal Senin (15/4/2019) sekitar pukul 17.30 WIB telah terjadi dugaan politik uang di waktu masa tenang yang mana masyarakat keluar masuk dari rumah dan menemukan dalam tas 5 lembar amplop yang berisikan uang tunai.

Dari hasil interogasi diketahui bahwa amplop yang berisikan uang tersebut di dapat dari calon bahwa amplop tersebut akan di berikan kepada orang-orang di desa agar memilih pada saat pemilihan.

Di dapati membawa amplop sebanyak 20 untuk dibagikan kepada pemilih.

7. Kec. Bilah Hulu, Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara

Peristiwa terjadi Sabtu (13/4/2019) ditemukan seseorang mengajak warga supaya memilih saudara calon dengan sekaligus memberikan uang sebanyak Rp 400.000.

8. Kec. Padang Bolak, Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara

Peristiwa terjadi pada Senin (15/4/2019) sekitar Pukul 02.00 WIB pelaku keluar dari rumah caleg tersebut, di tengah jalan mobil pelaku diklakson dan dipotong oleh Polres Tapanuli Selatan.

Polisi langsung menggerebek mobil pelaku, dan mengamankan alat bukti berupa amplop berisi uang dan kartu nama Caleg sebanyak 82 amplop.

Selanjutnya, pihak Polres Tapsel menuju rumah caleg dan menggerebek orang-orang yang ada dalam rumah dan mengamankan barang bukti, seperti 118 amplop, laptop, dan printer.

Baca: Polisi dan Bawaslu Tangkap Terduga Pelaku Politik Uang di Tanah Karo

Baca: Wabup Padang Lawas Utara Terjaring OTT Politik Uang, Rp 500 Juta Disita

9. Tanjung Harapan, Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat

Peristiwa terjadi pada Senin (15/4/2019), pukul 18.30 WIB, seseorang memberikan uang Rp 150.000 di depan Kantor KUA Tanjung Harapan, Kota Solok.

Uang tersebut diberikan dengan harapan memilih calon.

Barang bukti yang didapatkan yaitu uang sebesar Rp 1.200.000.

Sebelumnya saudara pelaku juga memberikan uang kepada saudari I pada hari selasa tanggal 9 April 2019 pukul 10.00 WIB di Ampang Kualo dan Darlis.

Pada Kamis (11/4/2019) pukul 11.00 WIB, uang yang diberikan sebanyak Rp 150.000 per orang.

10. Kec. Sindang Kasih, Ciamis, Provinsi Jawa Barat

Peristiwa terjadi pada Minggu (14/4/2019) sekitar pukul 22.30 WIB ada pembagian amplop berwarna putih berisi uang masing-masing sebesar Rp 25.000 yaitu 1 lembar pecahan Rp 20.000 dan 1 Lembar Rp 5.000.

Selain itu ada pula bahan kampanye dalam bentuk kartu nama bergambarkan Logo Partai, Nama Partai, Nama Calon, Nomor Urut Calon, dengan tulisan "Mohon Do’a dan Dukungannya" serta kartu nama berbentuk spesimen surat suara salah satu Calon.

Berdasarkan hasil penelusuran di daerah Kecamatan Sindangkasih terdapat pembagian amplop berwarna putih berisi uang masing-masing sebesar Rp 25.000 yaitu 1 lembar pecahan Rp 20.000 dan 1 Lembar Rp 5.000 dan bahan kampanye dalam bentuk kartu nama.

Amplop tersebut dibagikan memakai mobil Kijang berwarna hitam, pada hari Minggu sekitar Pukul 20.00 WIB.

11. Kec. Panyileukan, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat

Peristiwa terjadi pada Minggu, (14/4/2019), warga mengikuti senam yang rutin dilakukan.

Setelah selesai kegiatan senam, seorang ibu mengajak warga untuk mampir ke rumahnya dan di sana terjadi pembagian bubuk deterjen yang di tempeli contoh surat suara yang menunjukan cara memilih calon.

12. Kec. Padaherang, Pangandaran, Provinsi Jawa Barat

Peristiwa terjadi di Dusun Cibuntu RT 026/RW 010 Desa Kedungwuluh Kecamatan Padaherang sekitar pukul 19.30 WIB.

Dugaan pelanggaran Pemilu pada tahapan masa tenang yang dilakukan oleh pelaku dengan membagikan amplop berwarna putih berisi uang sebesar Rp 100.000 untuk dua orang, dan salah satu penerimanya K.

Pada saat membagikan uang tersebut pelaku mengatakan “Enging hilap bu”.

Baca: Marak Kasus Dugaan Politik Uang di Sejumlah Daerah pada Masa Tenang Pemilu, di Mana saja?

13. Kec. Lelea, Indramayu, Provinsi Jawa Barat

Di saat melakukan patroli masa tenang pengawas pemilu mendapati orang orang yang sedang membungkus sembako dengan disertai specimen surat suara DPR RI atas nama P dan sebagian sudah dibagikan ke masyarakat.

14. Kec. Purwokerto Selatan, Banyumas, Provinsi Jawa Tengah

Bawaslu Banyumas mendapat info SMS dari masyarakat adanya politik uang di TKP pada Senin (15/4/2019) pukul 21.48 WIB.

Kemudian di alamat tersebut terdapat sejumlah 4 orang sedang berada di teras rumah.

Dilakukan pendekatan dan penggalian informasi hingga seseorang mengakui telah menerima kartu nama calon serta diberi uang pecahan Rp 100 ribu (Rp 50 ribu untuk dia dan Rp 50 ribu untuk istrinya).

15. Kec. Karanggeneng, Boyolali, Provinsi Jawa Tengah

Peristiwa terjadi pada Minggu (14/4/2019) kira-kira pukul 16.00 WIB, pemilih didatangi oleh seseorang, kemudian orang tersebut memberikan amplop berisi uang kertas Rp 100.00 dengan No Seri 0L5420958, Kartu saku bergambar calon, setelah memberikan amplop diminta untuk pada tanggal 17 April 2019 untuk memilih sesuai tulisan yang ada di Amplop.

Setelah itu seseorang tersebut meninggalkan rumah kami. kemudian kasus ini dilaporkan ke Bawaslu.

Baca: Masa Tenang Kampanye, Bawaslu Solo Galakkan Patroli Cegah Praktik Politik Uang

16. Kec. Mejobo, Kudus, Provinsi Jawa Tengah

Peristiwa terjadi pada Senin, (15/4/2019) pukul 21.00-23.30 WIB, Bawaslu Kudus beserta tim Gakumdu melakukan patroli pengawasan hari tenang ke arah timur menuju Desa Temulus, Kec. Mejobo, Kab. Kudus, pada pukul 22.15 WIB bertempat di RT 05/RW 04.

Tim patroli mendapati sekelompok warga berjalan menggunakan tas dan yang bersangkutan membawa stiker/foto caleg serta berperilaku yg mencurigakan.

Kemudian tim melakukan penangkapan dan penggledahan serta menginvestigasi terkait bahan/stiker bergambar calon dan beberapa uang lembaran yang mereka bawa, sehingga yang bersangkutan (khusus yg membawa uang pecahan RP 100.000,-) dibawa ke kantor Bawaslu untuk investigasi lanjutan, dari investigasi lanjutan tersebut bahwa uang yang dibagikan ke warga supaya besok pada saat pemilihan mencoblos.

17. Kec. Gebang, Purworejo, Provinsi Jawa Tengah

Pada saat Bawaslu melaksanakan patroli pengawasan bersama dengan Gakkumdu di jalan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di rumah seorang Caleg sedang ada pertemuan dari beberapa desa.

Kemudian tim patroli menunggu di sekitar rumah dan melihat serta mendengar memang benar ada beberapa orang yang mendapatkan uang dari istri Caleg tersebut.

Setelah tim masuk masih didapatkan uang yang belum dibagikan sejumlah 3.750.000 di tangan pembagi dan yang sudah diberi uang ada yang kabur lewat pintu belakang.

Istri Caleg yang membagikan uang ke kordes-kordes tersebut adalah PNS di wilayah Kab. Purworejo.

18. Pandarejo, Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur

Terjadi pemberian uang tunai sebesar 50.000 rupiah kepada sekumpulan ibu-ibu rumah tangga dalam kompleks.

Di duga pemberi uang adalah Ibu dari salah satu caleg DPRD Kab/Kota.

Sebagaimana keterangan adalah uang sodaqoh.

19. Kec. Selong, Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat

Pengawas pemilu melakukan tindaklanjut laporan masyarakat terhadap dugaan praktik pemberian uang kepada 14 orang pemilih dengan bukti uang sebesar Rp 25.000 kepada masing-masing pemilih.

Praktik pemberian uang dilakukan dengan mengumpulkan masyarakat.

20. Kec. Banjarmasin Tengah, Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan

Pukul 00.26 WITA terjadi kasus pembagian uang kewarga.

Kejadian diketahui oleh Panwaslu Kecamatan Banjarmasin Tengah dengan OTT terhadap pelaku.

Pelaku menyatakan bahwa dia hanya diminta untuk membagikan kepada warga oleh seseorang.

Dari keterangan pelaku amplop yang dibagi berjumlah 22 amplop.

Kasus masih dalam proses investigasi.

Baca: Marak Kasus Dugaan Politik Uang di Sejumlah Daerah pada Masa Tenang Pemilu, di Mana saja?

21. Kec. Salam Babaris, Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan

KPPS membagikan C6 beserta kartu nama caleg tersebut dan uang 100 ribu.

22. Kec. Ujung Bulu, Kab. Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan

Pada Sabtu (13/4/2019) Pukul 09.30 WITA, Ibu Indah diduga memberikan uang sebesar Rp.200.000 kepada ibu Maya dengan menyertakan Surat Suara Calon.

23. Kec. Sigi Biromaru dan Dolo, Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah

Dari beberapa Calon anggota DPR RI dan DPRD tersebut diduga melakukan politik uang dalam bentuk materi lainnya yaitu pembagian sembako dan jilbab disertai dengan bahan kampanye pada Minggu (14/4/2019).

24. Kec. Suwawa, Bone Bolango, Provinsi Gorontalo

Kejadian terjadi pada Minggu (14/4/2019), pengawas pemilu menindaklanjuti informasi masyarakat terhadap dugaan praktik politik uang kepada pemilih sebesar Rp 700.000.

Di tempat lain pengawas pemilu juga menemukan praktik politik uang lainnya dengan total Rp 1.400.000 yang diberikan kepada beberapa orang pemilih, ada yang mendapatkan Rp200.000, Rp100.000, Rp400.000.

Terdapat satu pemilih yang juga dimintai tanda bukti dengan membubuhi tanda tangan dengan materai.

Baca: Masa Tenang Kampanye, Bawaslu Solo Galakkan Patroli Cegah Praktik Politik Uang

25. Kota Jayapura, Provinsi Papua

Pada Senin (15/4/2019) Pukul 17.00 WIT, di Hotel Horison lantai 6 kamar 603, Sentra Gakkumdu diamankan seorang Pelaku dengan Barang bukti uang Rp 100 juta dan kartu pemenangan atas nama pelaku.

Diketahui, patroli tersebut dilakukan oleh Bawaslu berdasarkan UU nomor 7 tahun 2017.

Adapun, sanksi terhadap pelanggaran ketentuan tersebut diatur dalam pasal 523 ayat 2.

Yakni setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim Kampanye Pemilu yang dengan sengaja pada masa tenang menjanjikan atau memberikan imbalan uang atau materi lainnya kepada pemilih secara langsung ataupun tidak langsung, dipidana penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak Rp 48 juta.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved