Kasus Mutilasi di Blitar

Kronologi Lengkap Kasus Mutilasi Budi Hartanto: Peristiwa di Warung Nasi Goreng Hingga Adik Pelaku

Kasus pembunuhan guru honorer asal Kediri, Budi Hartanto semakin terang benderang setelah Aris Sugianto dan Azis Prakoso menjalankan rekonstruksi

Kronologi Lengkap Kasus Mutilasi Budi Hartanto: Peristiwa di Warung Nasi Goreng Hingga Adik Pelaku
surya/samsul hadi
Aris dan Ajis mempraktikan cara membuang jasad korban saat proses rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap guru honorer asal Kota Kediri di jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (24/4/2019). 

Keduanya terlihat datang ke lokasi mengendarai Honda Scoopy milik korban.

Rekonstruksi guru honorer dimutilasi di warung nasi goreng di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Rabu (24/4/2019) diserbu ribuan warga.
Rekonstruksi guru honorer dimutilasi di warung nasi goreng di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Rabu (24/4/2019) diserbu ribuan warga. (TRIBUNMADURA/DIDIK MASHUDI)

Azis yang mengemudikan sepeda motor sedangkan Aris membonceng di belakang.

Koper berisi jasad korban diletakan di sela-sela posisi duduk Azis dan Aris.

Selanjutnya, Azis dan Aris turun dari sepeda motor.

Sedangkan koper berisi jasad korban masih berada di boncengan sepeda motor.

Lalu, keduanya mengangkat koper berisi jasad korban.

Kemudian, keduanya melempar koper berisi jasad korban dari atas tanggul sungai.

Setelah itu, kedua pelaku pergi meninggalkan lokasi.

Untuk menghilangkan jejak pelaku Aris membakar identitas dan pakaian korban di rumah orang tuanya yang jaraknya hanya sekira 1,5 kilometer dari lokasi tubuh korban dibuang, Rabu (3/4/2019) pagi.

Selain itu, Aris pun menyembunyikan sepeda motor milik korban di kamarnya.

Mayat ditemukan pencari rumput

Dikutip dari surya.co.id, orang yang pertama kali menemukan koper berisi mayat Budi Hartanto bernama Imam.

Imam menemukan mayat tersebut ketika sedang mencari rumput di pinggir sungai, Rabu (3/4/2019) siang.

Dia melihat koper tergeletak di pinggir sungai.

Setelah didekati, koper tersebut ternyata berisi mayat manusia.

Setelah penemuan tersebut informasi pun menyebar, hingga akhirnya Kepala Desa Karanggondang, Edy Sucipto, mendapat laporan.

Baca: Ingin Tahu Cara Pelaku Bunuh Budi, Ribuan Warga Kediri Menyerbu TKP Eksekusi Guru Honorer Dimutilasi

"Saya dapat laporan dari warga kalau ada penemuan mayat di pinggir sungai bawah jembatan. Saya cek ke lokasi benar, lalu saya lapor ke polisi," kata Kepala Desa Karanggondang, Edy Sucipto saat itu.

Edy mengatakan saat datang ke lokasi hanya empat orang.

Tetapi, Edy dan warga lain tidak berani membuka koper.

Polisi ketika mendatangi lokasi penemuan mayat di dalam koper di pinggir sungai bawah jembatan Desa Karanggondang, Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (3/4/2019).
Polisi ketika mendatangi lokasi penemuan mayat di dalam koper di pinggir sungai bawah jembatan Desa Karanggondang, Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (3/4/2019). (TRIBUNMADURA/IST)

Tapi Edy dan warga yakin kalau koper yang tergeletak di pinggir sungai berisi mayat manusia.

"Ada bagian kaki yang terlihat dari luar. Kami tidak berani membuka sebelum polisi datang," ujar Edy.

Penemuan mayat manusia di dalam koper itu membuat warga di sekitat lokasi penasaran.

Mereka berkerumun di bibir sungai untuk menyaksikan proses evakuasi penemuan mayat di dalam koper.

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan begitu mendapat informasi polisi langsung meluncur ke lokasi.

Polisi langsung mengevakuasi mayat korban untuk dibawa ke RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar.

Setelah dibawa ke rumah sakit, identitas mayat tanpa kepala di dalam koper tersebut akhirnya diketahui.

Korban bernama Budi Hartanto (28) asal Jala Taman Melati, Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur.

Korban merupakan guru honorer di salah satu SD di Kota Kediri.

Hal itu diketahui setelah orang tuanya, Sudarmaji (54), mendatangi RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar untuk mengecek kondisi mayatnya.

Penangkapan pelaku

Setelah 9 hari kepolisian melakukan pelacakan terhadap pelaku, akhirnya Aris dan Azis ditangkap di dua tempat berbeda.

Azis ditangkap di Kediri, sementara Aris ditangkap di Jakarta.

Aris merupakan pelaku pertama yang ditangkap polisi, Kamis (11/4/2019) sore di Jakarta.

Berdasar keterangan dari Aris, berselang hitungan jam polisi menangkap Azis di Kediri.

Aris diciduk di Jakarta dengan bantuan anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Pihak Ditlantas membantu penangkapan setelah menerima informasi dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur bila pelaku menumpang bus.

Petugas kepolisian mencegat bus yang ditumpangi terduga pelaku pembunuhan disertai mutilasi di Tol Dalam Kota
Petugas kepolisian mencegat bus yang ditumpangi terduga pelaku pembunuhan disertai mutilasi di Tol Dalam Kota (Istimewa)

Setelah mendapatkan informasi tersebut, pihak Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan penyekatan di jalan tol.

Termasuk penjagaan di pintu masuk Cikarang Utama.

Baca: Ribuan Warga Kediri Menyaksikan Rekonstruksi Mutilasi Guru Honorer, Sampai Lewati Garis Polisi

Akhirnya pada saat situasi memungkinkan, polisi langsung melakukan penghentian di Tol Dalam Kota.

Lalu di bus tersebut, Aris dicari dan ditemukan ada di dalam bus.

Setelah keduanya ditangkap akhirnya kepolisian pun menemukan kepala korban.

Kepala korban ditemukan tim petugas gabungan Inafis Polda Jatim dan Polres Kediri di Sungai Kras, Dusun Plosokerep, Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jumat (12/4/2019).

Dari pengakuan tersangka, mereka membuang potongan kepala korban di Dam Sungai Bleber.

Selanjutnya petugas Inafis dari Polda Jatim dan Polres Kediri melakukan penelusuran.

Setelah dilakukan pencarian dengan menyusuri tepian sungai akhirnya potongan kepala korban ditemukan di pinggir sungai.

Sang adik tahu

Dari rekonstruksi yang dilakukan polisi dengan menyertakan dua tersangka, Azis Prakoso dan Aris Sugianto terungkap hal baru.

Saat rekonstruksi digelar di beberapa lokasi itu, Rabu (24/4/2019), terungkap ada orang lain yang mengetahui pembunuhan dan mengganti plat nomor kendaraan korban, tapi dia tidak melaporkan kepada polisi.

Orang yang mengetahui pembunuhan Guru Honorer tak lain adalah adik Aris Sugianto.

Sementara terkait dengan kemungkinan bertambahnya jumlah tersangka pada kasus ini masih melihat hasil rekonstruksi.

Warga berkumpul di pinggir tanggul sungai Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, tempat penemuan mayat dalam koper, Rabu (24/4/2019). Polisi berjaga mengamankan proses rekonstruksi.
Warga berkumpul di pinggir tanggul sungai Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, tempat penemuan mayat dalam koper, Rabu (24/4/2019). Polisi berjaga mengamankan proses rekonstruksi. (Samsul Hadi/Surya)

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera di sela ikut rekonstruksi.

Sebab, ungkap Barung, adik tersangka Aris diduga mengetahui adanya pembunuhan namun tidak melaporkan.

Baca: Ribuan Warga Saksikan 9 Fakta Baru Rekonstruksi Pembunuhan Guru Honorer Kediri

Adik Aris juga diduga mengganti plat nomor sepeda motor korban usai pembunuhan dan pembuangan mayat Budi Hartanto tersebut.

Tak hanya itu, Aris juga mempraktikan cara menyembunyikan sepeda motor milik korban.

Aris menyembunyikan sepeda motor korban di kamarnya.

"Sepeda motor korban disembunyikan di kamarnya Aris," ujarnya. (surya.co.id/ suryamalang.com/ tribunjatim.com/ tribunnews.com)

Penulis: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved