Menlu RI Retno Marsudi Akan Pimpin Sidang Dewan Keamanan PBB di New York ‎pada Awal Mei 2019

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi akan berada di New York, Amerika Serikat pada awal Mei 2019 memimpin sidang Dewan Keamanan PBB

Menlu RI Retno Marsudi Akan Pimpin Sidang Dewan Keamanan PBB di New York ‎pada Awal Mei 2019
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Direktorat Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Kemenlu, Grata Endah‎ dan Juru Bicara Kemenlu Armanatha saat menggelar konferensi pers di Kementerian Luar Negeri, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi akan berada di New York, Amerika Serikat, pada 6 Mei 2019.

Kehadirannya di New York dalam rangka memimpin sidang Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Sidang terbuka D‎K PBB tersebut mengangkat tema: Investing in peace Including Safety and Performance of UN Peace Keeping.

Baca: Pengamat Nilai Usulan Fadli Zon Bentuk Pansus Kecurangan Pemilu Terlalu Emosional

Tema ini dipilih karena sesuai dengan misi perdamaian PBB dimana ada kontribusi Indonesia dalam keamanan internasional.

Direktorat Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Kemenlu, Grata Endah menjelaskan setiap anggota DK PBB, termasuk Indonesia berkesempatan untuk memimpin sidang.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi.
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi. (Chaerul Umam/Tribunnews.com)

"Secara Alphabetical order setiap anggota DK PBB akan memimpin selama satu bulan. Berdasarkan alphabetical order, kita (Indonesia) mendapatkan giliran di Bulan Mei, sebelumnya ada Jerman di Bulan April," tutur Grata, Kamis (25/4/2019)‎ di Kantor Kemenlu, Jakarta Pusat.

Baca: Tanggapan Garin Nugroho saat Film Kucumbu Tubuh Indahku Menuai Kritikan dan Kontroversi

Menyoal tema yang bakal diambil, menurut Grata, tema tersebut sangat sejalan dengan inisiatif Sekjen PBB untuk meningkatkan kapasitas kinerja dan keselamatan dari peacekeeper perempuan.

Terlebih Indonesia merupakan negara yang mayoritas menyumbang pasukan perdamaian PBB terbesar.

Di maret 2019 lalu, Indonesia mengirimkan 100 peacekeeper perempuan.

"Indonesia menjadi negara penyumbang pasukan perdamaian PBB terbesar nomor delapan dari 214 negara," katanya.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved