Pemilu 2019

Soal Situng yang Keliru, Mahfud MD: Dua Paslon Sama Rata Dapat Untung dan Rugi

Pernyataan Mahfud ini sekaligus membantah tudingan kecurangan bahwa kekeliruan input form C1 hanya cenderung

Soal Situng yang Keliru, Mahfud MD: Dua Paslon Sama Rata Dapat Untung dan Rugi
IST
Mahfud MD 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menegaskan bahwa kekeliruan penginputan data form C1 ke Situng KPU tidak cuma terjadi pada satu pasangan calon presiden dan wakil presiden saja.

Dua paslon Pilpres Pemilu 2019, Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi sama rata mendapatkan keuntungan dan kerugian dari kesalahan input tersebut.

Pernyataan Mahfud MD ini sekaligus membantah tudingan kecurangan bahwa kekeliruan input form C1 hanya cenderung pada salah satu paslon saja.

"Kesalahan input TPS itu bukan hanya menguntungkan 1 paslon. 2 paslon itu sama-sama dapat keuntungan, sama-sama dapat kerugian," kata Mahfud usai meninjau langsung proses Situng di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2019) petang.

Baca: Jokowi di Ambang Rekor, Jika Menang Lagi Maka Jadi Jawara 5 Kali Pemilu

Baca: Berhonor Rp 500 Ribu Sudah Ada 90 Yang Meninggal, Begini Beratnya Jadi Petugas KPPS

Lebih lanjut dia meyakini kekeliruan data Situng ini tidak akan bisa lolos dalam proses rekapitulasi manual KPU RI yang baru akan dimulai pada 25 April besok dan berakhir tanggal 22 Mei 2019.

Keyakinannya merujuk pada setiap paslon Pilpres dan juga KPU RI punya salinan form C1, kemudian saksi-saksi TPS juga dapat dihadirkan.

Sehingga bila ada keberatan karena dugaan form C1 palsu, hal itu bisa langsung diverifikasi serta diketahui data siapa yang benar dan salah.

"Kenapa nggak? Karena, tiap paslon punya salinan C1, KPU punya, saksi TPS punya. Kalau ada yang palsu pasti ketahuan. Di situ aja caranya nanti," jelasnya.

Mahfud mengakui ada kekeliruan entri data Situng. Namun kekeliruan itu sangat kecil sekali bila dibandingkan dengan jumlah total TPS.

Sebanyak 105 dari 241.366 TPS yang telah diinput ke Situng per 17.00 WIB, keliru memasukkan data. Dari 105 TPS yang keliru, 65 TPS sudah dikoreksi. Sedangkan 41 sisanya masih dalam proses koreksi.

Bila di kalkulasi, kesalahan input data C1 ke Situng hanya sekitar 0,0004 persen. Artinya, dari setiap 2.500 TPS, hanya 1 TPS saja yang kedapatan keliru menginput data.

"Nah, kekeliruan itu berarti hanya ada 0,0004 persen dari seluruhnya, atau perbandingannya hanya 1 dari 2.500 TPS," jelas Mahfud.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved