Nama Mempora Disebut Terima Uang Di Sidang Hibah KONI, KPK: Nanti Diklarifikasi

Dalam BAP Suradi yang dibacakan jaksa KPK di sidang dengan terdakwa Ending Fuad‎ Hamidy, Imam Nahrawi disebut mendapatkan jatah Rp 1,5 miliar.

Nama Mempora Disebut Terima Uang Di Sidang Hibah KONI, KPK: Nanti Diklarifikasi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menpora Imam Nahrawi usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/1/2019). Imam Nahrawi diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap penyaluran bantuan dana hibah dari pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI tahun anggaran 2018. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi muncul di sidang Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta beberapa hari lalu.

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Suradi yang dibacakan jaksa KPK di sidang dengan terdakwa Ending Fuad‎, Imam Nahrawi disebut mendapatkan jatah Rp 1,5 miliar.

Seperti yang tertuang dalam BAP, Suradi menyebut pada Kamis 13 Desember 2018, Ending Fuad mengarahkan ‎pembuatan alternatif pembiayaan kegiatan pada KONI sebesar Rp 17,9 miliar.

"Pada wakti itu Fuad Hamidy meminta saya menyusun beberapa alternatif kegiatan agar biaya sebesar-besarnya dikeluarkan KONI Rp 8 miliar dari total Rp 17,9 miliar karena Fuad Hamidy punya kebutuhan untuk memberikan uang ke Kemenpora seperti Menpora, Ulum, Lulyana dan beberappa pejabat lain. Apakah benar?" tanya jaksa KPK mengkonfirmasi isi BAP pada Suradi.

"Betul waktu Pak Sekjen mengatakan uangnya tidak cukup, tolong dibuat Rp 5 miliar karena kebutuhannya seperti ini adalah Rp 3 miliar sekian seperti di daftar, lalu ditambah Rp 5,5 miliar jadi sekitar Rp 8 miliar," jawab Suradi.

Lanjut jaksa KPK menunjukkan bukti berupa catatan daftar ‎pembagian uang yang dibuat Suradi. Disana tertera ada 23 inisial nama, lengkap dengan nilai uang yang diberikan.

Baca: Menteri Agama Bakal Diperiksa, KPK Ingin Konfirmasi Soal Aliran Uang Dugaan Jual-beli Jabatan

Kembali jaksa KPK mengkonfirmasi siapa saja mereka yang disebut dalam 23 nama inisial. "Inisial M, apa maksudnya," cecar jaksa KPK.

"Mungkin untuk menteri. Saya tidak tanya Pak Sekjen, asumsi saya Pak Menteri," jawab Suradi. Selain inisial M, ada pula inisial UL, yang menurut Suradi merujuk pada Miftahul Ulum, staf Menpora.

Masih menurut Suradi, Ulum mendapat jatah Rp 500 juta. Lalu M yang ia tafsirkan sebagai Menpora mendapat Rp 1,5 miliar.

Halaman
12
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved