Pemindahan Ibu Kota Negara

Peneliti LIPI Puji Keberanian Jokowi Putuskan Pemindahan Ibu Kota ke Luar Jawa

Indria Samego mengapresiasi keputusan berani Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memindahkan ibu kota ke luar pulau Jawa.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo menggunakan hak pilihnya di TPS 008, Gambir, Jakarta, Rabu (17/4/2019). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Indria Samego mengapresiasi keputusan berani Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memindahkan ibu kota ke luar pulau Jawa.

Hal itu diputuskan Jokowi dalam rapat terbatas terkait pemindahan Ibu Kota di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Indria menilai pemindahan ibu kota telah lama muncul, sejak era Presiden Soekarno sampai di setiap era presiden pasti muncul gagasan itu.

"Presiden Jokowi memang berani melawan kalkulasi mainstream," ujar Indria Samego yang juga Anggota Dewan Pakar The Habibie Center ini kepada Tribunnews.com, Senin (29/4/2019).

Baca: Jokowi Akan Pindahkan Ibu Kota ke Luar Jawa, Apa Kata Gubernur Anies

Indria optimis pemindahan ibu kota ini akan berhasil, seperti keberhasilan Jokowi sekitar lima tahun ini membangun infrastruktur berbasis Indonesiasentris.

"Pembangunan infrastruktur contohnya, menyusahkan penggguna jalan dalam jangka pendek, tapi dalam jangka panjang sebaliknya," ucap Indria Samego.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kalau mengikuti model Amerika Serikat (AS), maka ibu kota baru hanya akan menjadi pusat pemerintahan, seperti Washington.

Sedangkan kota bisnis akan disebar di banyak kota utama.

"Desentralisasi akan memudahkan peralihan kegiatan itu," jelasnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, awalnya dalam rapat itu ada tiga alternatif yang ditawarkan ke Jokowi.

Pertama, Ibu Kota tetap di Jakarta tetapi daerah seputaran Istana dan Monas dibuat khusus untuk kantor-kantor pemerintahan, kementerian, dan lembaga.

Sehingga seluruh kawasan pemerintahan berada di satu tempat dan itu menciptakan efisiensi di dalam tugas koordinasi pemerintah.

Alternatif kedua, pusat pemerintahan pindah ke luar Jakarta, tetapi masih dalam radius sekitar 50-70 km dari Jakarta.

Alternatif ketiga adalah memindahkan Ibu Kota ke luar pulau Jawa, khususnya mengarah kepada kawasan tmur Indonesia.

"Dalam rapat tadi diputuskan, Presiden memilih alternatif ketiga, yaitu memindahkan Ibu Kota ke luar Jawa. Ini barangkali salah satu putusan penting yang dilahirkan hari ini," papar Bambang.

Menurut Bambang, keputusan Jokowi itu diambil dengan mempertimbangkan agar Indonesia tidak Jawa sentris. Diharapkan nantinya pertumbuhan ekonomi bisa merata di setiap wilayah.

Kendati demikian, pemerintah belum memutuskan daerah mana yang akan dipilih menjadi Ibu Kota baru.

Bambang mengatakan, untuk memutuskan lokasi ini masih dibutuhkan pembahasan yang panjang.

"Dan tentunya akan dilanjutkan dengan ratas berikutnya yang akan bicara lebih teknis, bicara design, dan bicara mengenai masterplan dari kota itu sendiri," katanya.(*)

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved