Pemilu 2019

Ahmad Basarah: Wacana PAN Bergabung adalah Sikap Kesatria

"Demokrasi kita adalah demokrasi gotong royong. Negara yamg besar ini harus dipikul bersama-sama secara gotong royong.

Ahmad Basarah: Wacana PAN Bergabung adalah Sikap Kesatria
MPR RI
Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangn yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah menilai hal rasional jika PAN menghendaki unsur pimpinan DPR dan MPR jika kemungkinan bergabung dengan koalisi Jokowi di periode kedua.
"Saya kira pilihan dan sikap politik yang rasional saat ini memang kita semua, termasuk PAN sudah harus berfikir ke depan. Tidak lagi meratapi kekalahan pilpres secara berlebihan apalagi memcari kambing hitam dengam menyalahkan sana sini," ungkap Basarah, Selasa (30/4/2019).

Wakil Ketua MPR ini menegaskan kembali, demokrasi Pancasila memang bukan demokrasi liberal. Pemenang mendapatkan semua dan menyingkirkan lawan-lawan politiknya (the winner take all).

Baca: Jokowi Jangan Gubris Permintaan PAN Untuk Dapat Kursi Pimpinan MPR

"Demokrasi kita adalah demokrasi gotong royong. Negara yamg besar ini harus dipikul bersama-sama secara gotong royong. Wacana PAN bergabung dan mendukung pak jokowi sebagai pemenang pilpres,meskipun masih tahap hasil versi quick count adalah sikap seorang demokrat yang ksatria," puji Basarah.

"Sikap tersebut sangat baik untuk pematangan demokrasi kita ke depannya. Mengenai bentuk-bentuk kerja sama dengan partai koalisi atau dengan Presiden Jokowi adalah hal teknis yang bisa dirembugkan secara bersama," lanjutnya.

Baca: HASIL Real Count Pilpres 2019 Jokowi vs Prabowo Selasa 30 April Pukul 16.00 WIB 4 Daerah Hampir 100%

Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding mengatakan, Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan tengah mencairkan komunikasi antara PAN dengan kubu Jokowi-Ma'ruf. Komunikasi juga demi menyelamatkan institusi PAN dalam konteks politik. Komunikasi itu, dilakukan oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan kepada Jokowi.

Menurut informasi yang diterima Karding, pada pertemuan itu, Zulkifli meminta kepada Jokowi agar PAN dapat mengisi posisi di pimpinan DPR atau MPR.

Baca: Wapres JK Sebut Wilayah di Sulawesi Lebih Pantas Jadi Ibu Kota Negara

"PAN memang membuka komunikasi ke Pak Jokowi lewat Pak Zul dan yang saya tahu, dari informasi yang saya peroleh di Istana itu ada permintaan pada Pak Jokowi agar PAN mendapatkan bagian pimpinan DPR atau MPR," ujar Karding.

Sementara itu, ucap Karding, Bara Hasibuan berusaha untuk obyektif secara politik. Yakni dengan menjalin komunikasi dengan kubu Jokowi-Kiai Maruf. "Dan yang paling penting bahwa membangun komunikasi itu penting saat dinamika politik agak hangat seperti sekarang ini," tutur Karding.

Komunikasi yang dijalin PAN, menurut Karding, hal yang wajar dalam perpolitikan tanah air. "Mencairkan itu penting dan misalkannya PAN seperti itu tak ada masalah wajar dalam politik. Boleh dibangun komunikasi," imbuh Karding.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved