Ibadah Haji 2019

Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Madinah Kini Memiliki Fasilitas Lengkap

Ikut menyaksikan, Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Duta Besar RI untuk Saudi Agus Maftuh

Penulis: Husein Sanusi
Dinkes RI/Dinkes RI
Kelompok terbang (kloter) pertama calon jemaah haji Indonesia tiba di Madinah, Arab Saudi, Selasa (17/7) Sebanyak 392 CJH Indonesia kloter pertama itu berasal dari Padang, Sumatera Barat yang mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah, Arab Saudi. (Humas Dinkes) 

TRIBUNNEWS.COM - Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Kota Madinah kini menempati gedung baru. Penggunaan gedung baru KKHI tersebut telah diresmikan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Ikut menyaksikan, Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Duta Besar RI untuk Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Konjen RI di Jeddah, serta Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah dan jajarannya. 

Gedung dengan enam lantai dengan kapasitas rawat inap mencapai 70 pasien ini berlokasi di Distric Al 'Aridh Madinah, belakang Market Al Raya. 

“Ini adalah KKHI di Madinah yang baru. Yang tentunya kita harapkan KKHI ini dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan lebih lengkap lagi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata Menko PMK Puan Maharani di Madinah, Rabu (01/05).

“Dan kami apresiasi kepada Menteri Kesehatan atas segala upaya untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada jemaah haji kita,” lanjutnya. 

Menkes melaporkan, KKHI merupakan salah satu fasilitas yang disiapkan bagi jemaah supaya penyelenggaraan ibadah haji dapat terselenggara dengan baik. Gedung KKHI yang baru ini memiliki sarana dan fasilitas yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan yang sebelumnya. 

"KKHI ini telah mengakomodir adanya ruang ICU, perawatan pasien jiwa, penambahan daya tampung tempat tidur rawat inap, ruang poliklinik, dan depo obat yang lebih memadai," tutur Menkes.

Menurut Menkes, dari data Siskohat Kesehatan, setiap tahunnya terdapat jemaah haji dengan risti (risiko tinggi) kesehatan berkisar 63-67%.

Kondisi ini menandakan pentingnya upaya pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia. Ditambah lagi dengan daftar tunggu jemaah haji yang semakin lama, menyebabkan sumber daya kesehatan untuk operasional haji di masa-masa mendatang perlu memperoleh perhatian dari pemerintah.

Peresmian gedung baru KKHI ditandai penguntingan pita oleh Menko PMK. Dipandu Kepala Pusat Kesehatan Haji (Kapuskes Haji) Eka Jusuf Singka, rombongan melihat sejumlah fasilitas kesehatan yang telah disiapkan.

Dijelaskan Eka, gedung KKHI baru ini telah lebih disesuaikan dengan standar pelayanan medis, tidak seperti sebelumnya yang kurang representatif.

“Dengan gedung baru ini, akan kami upayakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada jemaah haji, tata ruangnya sudah semakin kami sempurnakan untuk standar pelayanan medis,” kata Eka. 

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved