Hari Buruh

Kelompok Anarko Sindikalisme Rencanakan Aksi Vandalisme via Percakapan di Grup WA

Ratusan orang berpakaian serba hitam dapat secara terkoordinasi turun ke jalan melakukan aksi vandalisme dengan komunikasi aplikasi percakapan grup WA

Kelompok Anarko Sindikalisme Rencanakan Aksi Vandalisme via Percakapan di Grup WA
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Massa pemuda berpakaian hitam-hitam yang sempat dihalau polisi di kawasan Unpad, Jalan Dipati Ukur Kota Bandung pada peringatan hari buruh?, Rabu (1/5) ? dibawa massal ke Mako Brimob, Polda Jabar. ? 

"Polri menghadapi situasi itu kita pasti tindak tegas, tapi saya sudah perintahkan melakukan pemetaan kelompoknya dan melakukan pembinaan kepada mereka," ujar Tito Karnavian.

Tito Karnavian menjelaskan, kemunculan kelompok bernama Anarko Sindikalisme merupakan fenomena baru di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Massa berpakaian hitam-hitam digunduli polisi. TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Massa berpakaian hitam-hitam digunduli polisi. TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Tito menjelaskan kelompok ini termasuk dalam fenomena internasional dan mendoktrin anggotanya dengan pemahaman bahwa para pekerja atau buruh tidak boleh diatur.

"Jadi, pekerja lepas dari aturan," ujarnya.

Ia menceritakan kelompok dengan paham tersebut telah lama berkembang di Rusia, Eropa, Amerika Selatan, dan Asia.

Baca: Siapa Saja Politisi yang Dikabarkan Lolos Maupun Gagal Melenggang ke Senayan? Simak Daftarnya

Namun di negara Indonesia, kelompok tersebut berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah kota besar disebutnya telah disusupi kelompok itu, seperti Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Malang dan Jakarta.

Banyak Anak-anak
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan dari 619 orang anggota kelompok Anarko Sindikalisme yang diamankan di Bandung, Jawa Barat saat peringatan Hari Buruh, sebanyak 293 orang di antaranya masih berusia di bawah umur atau anak-anak.

"Untuk Polda Jabar sudah mengidentifikasi jumlahnya 619. Dari 619 tersebut 605 adalah pria, kemudian 14 adalah wanita. Kemudian diidentifikasi kembali jumlahnya 326 adalah dewasa, dan 293 adalah anak-anak," ujar Dedi.

Ia mengatakan pihak Polda Jawa Barat dan Polrestabes Bandung telah memanggil seluruh orang tua dari anggota yang berusia di bawah umur untuk dilakukan pembinaan.

"Khusus untuk anak-anak ya pola yang telah dilakukan oleh Polda Jabar dan Polrestabes Bandung memanggil seluruh orang tua kemudian polanya adalah pola persuasif, pembinaan," kata dia.

Baca: Ketika Ketua Umum PSI Tak Lolos Parlemen, Grace Natalie: Kami Sebenarnya Kalah Tapi Rasa Menang

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved