Siapa Calon Menteri Muda Piilihan Jokowi?

Ia sependapat, saat ini perubahan harus dimotori oleh anak muda ‎untuk membawa Indonesia makin maju dan bisa bersaing dengan negara lain.

Siapa Calon Menteri Muda Piilihan Jokowi?
Biro Pers Istana Kepresidenan/Rusman
Presiden Jokowi menyalami dan mempersilakan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY untuk mengambil tempat yang disediakan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/5/2019) lalu. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Perombkan kabinet oleh Presiden Jokowi kemungkinan akan dilakukan pasca pengumuman resmi hasil Pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) 22 Mei mendatang. Dari data yanang masuk atau data real count KPU, sudah diatas 75 persen. Hasilnya, pasangan nomor urut 01, Jokowi-Kiai Maruf Amin, unggul dari Prabowo-Sandiaga Uno.

Beberapa waktu lalu, Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi mengungkap sinyal kemungkinan Jokowi akan merombak kabinetnya pasca Hari Raya Idul Fitri. Sabtu (11/5/2019) lalu, Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ahmad Rofiq mengatakan ‎di susunan kabinet yang baru, Jokowi bakal mengisi para pembantunya dengan kaum-kaum muda.

"Saat ini Pak Jokowi belum berpikir intens‎ karena kan masih ada sisa-sisa waktu. Tapi dalam pertemuan tanggal 28 April 2019 kemarin setelah pemilu. Jokowi sampaikan saya ingin dalam kabinet ada salah satu, berarti kan banyak," katanya.

"Salah satu menteri usia 20-30 tahun, pinter, cantik. Coba usia 20-30 tahun ‎siapa? Beliau suruh cari itu. Artinya kan Pak Jokowi punya kepedulian luar biasa dengan generasi muda," ungkap Sekjen Perindo ini.

Ia sependapat, saat ini perubahan harus dimotori oleh anak muda ‎untuk membawa Indonesia makin maju dan bisa bersaing dengan negara lain.

Pengamat Politik, Ray Rangkuti memprediksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya akan melakukan perompakan atau reshuffle kabinet terbatas. Resuffle terkait dengan kementerian yang sekarang tengah disorot publik karena adanya kasus hukum dugaan tindak pidana korupsi."Jika terkait dengan hal itu, kemungkinan hanya dua atau tiga kursi yang akan direshuffle," ujar Ray Rangkuti, Kamis (9/5/2019) lalu.

Menurut dia yang akan menarik dari isu ini adalah melihat reshuffle ini sekaligus memandang format koalisi 2019-2024.Artinya reshuffle ini, Ray Rangkuti mengatakan sangat memungkinkan tambahan partai masuk ke dalam.

Baca: Dikritik ICW, Kepemimpinan Agus di KPK Dibela Ketua DPR

Dia melihat, itu bisa jadi akan memasukan Partai Demokrat. Tentu saja dengan figur Komandan Kogasma Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang akan dilibatkan."Dengan begitu, ada kemungkinan penambahan partai dalam koalisi," jelasnya.

Pemilihan pengganti Menteri yang akan direshuffle akan menjadi sinyal yang bersangkutan akan dipilih kembali pada jajaran anggota kabinet 2019-2024."Jadi pemilihan yang bersangkutan sebagai anggota kabinet ini tidak bisa dipandang semata hanya berusia 4 bulan. Tapi yang bersangkutan punya potensi akan dilibatkan sebagai anggota kabinet berikutnya," paparnya.

Ray memprediksi komposisi perolehan kursi Menteri oleh partai koalisi tidak akan banyak berubah.Karena, sekalipun kemungkinan ada penambahan anggota koalisi, tapi partai-partai lain telah diyakinkan untuk tidak gusar karena wakil mereka akan ada di kursi kabinet akan sama atau bisa jadi bertambah.

"Dengan begitu, yang akan terlihat pada kabinet 2019-2024 yang akan datang adalah kabinet multi partai. Dominasinya bahkan bisa mencapai 70% dari total anggota kabinet," jelasnya.

Baca: Dituduh Makar, Kivlan Zen Beberkan Jasanya kepada Indonesia

"Kalaupun ada reshuffle habis Lebaran, tidak dikaitkan dengan nyaleg tapi lebih kepada kinerja. Pak Presiden tidak melihat kapan periode pertama berakhir. Tapi saya dengar tidak sebelum Lebaran karena menghadapi banyak hal," Johan Budi, Juru Bicara Kepresidenan menegaskan.

Johan Budi juga tidak menyebut siapa saja nama-nama menteri yang direhuffle. Dia menegaskan hal tersebut adalah hak prerogratif Jokowi, selaku presiden. "Saya tidak tahu soal nama, saya tidak tahu apakah memang ada reshuffle. Tapi definisi setelah Lebaran itu panjang. Oktober juga setelah Lebaran," paparnya.

Ada mpat menteri kabinet Jokowi-JK yang maju sebagai calon anggota legislatif diprediksi gagal melaju ke Senayan berdasarkan penghitungan suara sementara.

Baca: Menteri Sri Mulyani Sahkan Aturan Gaji ke-13 bagi PNS dan TNI/Polri, Berikut Besarannya

Dari keempat menteri tersebut, tiga diantaranya berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yakni Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Eko Putro Sandjojo. Satu menteri lainnya adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved