Pilpres 2019

Gunakan Skema Pengamanan 4 Ring hingga Terjunkan 32 Ribu Personel Jaga KPU, Ini Alasan Polri

Mabes Polri mengatakan akan menggunakan skema pengamanan 4 ring di KPU sejak 2 hari sebelum tanggal 22 Mei 2019.

Gunakan Skema Pengamanan 4 Ring hingga Terjunkan 32 Ribu Personel Jaga KPU, Ini Alasan Polri
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri mengatakan akan menggunakan skema pengamanan 4 ring di KPU sejak 2 hari sebelum tanggal 22 Mei 2019.

Sebanyak 32 ribu personel gabungan TNI-Polri juga akan dikerahkan mengamankan lokasi itu.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan skema pengamanan ini diterapkan demi mengantisipasi adanya serangan-serangan dari teroris.

Pasalnya, kata dia, dari penangkapan terduga teroris beberapa waktu lalu didapatkan informasi akan ada serangan pada tanggal 22 Mei di KPU.

Baca: Cerita Cinta Prada DP dan Vera Oktaria Sebelum Pembunuhan Sadis Terjadi

Baca: Hari Ini Polisi Akan Periksa Bachtiar Nasir, Lieus Sungkharisma, dan Permadi

Baca: TKN Klaim Jokowi-Maruf Raih Suara 80 Juta Lebih di Pilpres 2019: Prabowo-Sandi Tak Bisa Susul

Baca: Ayah dan Anak asal AS Ini Lulus Bersamaan dari Perguruan Tinggi Sembari Saling Menginspirasi

"Karena sudah ada indikasi, beberapa minggu lalu kita sudah melakukan menangkap JAD Lampung dan Bekasi.

Pemeriksaan terhadap dua kelompok (teroris) tersebut, mereka sepakat akan melakukan serangan saat massa kumpul di KPU tanggal 22. Ini perlu kita antisipasi secara maksimal," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019).

Sebelumnya diberitakan, 32.000 personel gabungan TNI-Polri akan dikerahkan dan mengamankan KPU, Bawaslu dan sejumlah obyek vital nasional lainnya.

Pasukan gabungan TNI-Polri sedang  simulasi penangan teror di komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu(18/7/2019). Ribuan pasukan gabungan  dari  semua unsur dilibatkan untuk menjaga   kesuksesan penyelenggaraan Asia Game ke 18 yang di laksanakan di Jakarta  dan Palembang pada tanggal 18 Agustus hingga 2 September  2018. (Warta Kota/Henry Lopulalan) *** Local Caption ***
Pasukan gabungan TNI-Polri sedang simulasi penangan teror di komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu(18/7/2019). Ribuan pasukan gabungan dari semua unsur dilibatkan untuk menjaga kesuksesan penyelenggaraan Asia Game ke 18 yang di laksanakan di Jakarta dan Palembang pada tanggal 18 Agustus hingga 2 September 2018. (Warta Kota/Henry Lopulalan) *** Local Caption *** (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pengamanan itu akan dilakukan sejak 2 hari sebelum tanggal 22 Mei 2019, dimana KPU akan mengumumkan hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019.

"Aparat kepolisian bersama TNI sedang mempersiapkan kurang lebih 32 ribu personel dalam rangka untuk melakukan pengamanan sebelum pelaksanaan tanggal 22," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019).

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved