Pemilu 2019

Seruan Rekonsiliasi dari Sejumlah Tokoh Sebelum Tahapan Pemilu Berakhir

Oleh sebab itu, ia meyakini seluruh pihak akan mengikuti tahapan Pemilu berdasarkan peraturan dan perundangan yang berlaku

Seruan Rekonsiliasi dari Sejumlah Tokoh Sebelum Tahapan Pemilu Berakhir
Rizal Bomantama/Tribunnews.com
Mahfud MD dan sejumlah tokoh gerakan Suluh Kebangsaan usai menemui Presiden RI kelima, Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019). 

"Ya tidak apa-apa (menolak). Saya katakan ya, kalau mereka tidak mau ke MK, secara hukum Pemilu itu sudah selesai tanggal 25 Mei besok. Karena tidak ada jalan lain yang dapat ditempuh selain jalur hukum," ujar Mahfud MD.

"Misalnya tanggal 25 mei itu ditetapkan, mereka tidak datang, tidak mau tanda tangan berita acara, ya selesai Pemilu-nya. Aspek hukumnya selesai," lanjut dia.

Ramadan Momentum Rekonsiliasi

Seruan bulan suci Ramadan sebagai momentum rekonsiliasi pasca-pemungutan suara pemilu 2019 mulai dikemukakan sejumlah tokoh.

KH Maman Imanulhaq mengatakan, Ramadan harus menjadi momentum bagi umat Islam, khususnya bangsa Indonesia untuk menguatkan kembalia daya rekat persaudaraan sesama anak bangsa pasca berlangsungnya Pemilu 2019 ini.

Baca: Diberi Grasi oleh Jokowi, Dua Petani Kendal yang Dihukum 8 Tahun Pidana Penjara Dibebaskan

Maman Imanulhaq
Maman Imanulhaq (Istimewa)

Hal itu diungkapkan saat membuka Pesantren Ramadan 2019 di Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi Majalengka, Jawa Barat (Jabar), Senin (13/5/2019).

Apalagi menurut politikus PKB ini, Bangsa Indonesia punya daya rekat yang begitu kuat sejak masa lalu yakni  ukhuwah, persaudaraan, baik sesama umat Islam, sesama anak bangsa dan sesama umat manusia.

"Inilah modal agar pemilu ini tidak menyisakan keretakan sosial yang melebar karena perbedaan pilihan politik. Utamanya terkait Pilpres," cetus Pimpinan Ponpes Al-Mizan ini.

Kiai Maman menambahkan, Ramadan adalah madrasah ruhani yang akan mengasah seorang yang aktif dalam semua ritual kesalehannya menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi kehidupan.

Mereka menjadi pejuang yang berani hidup.

Halaman
1234
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved