Pemilu 2019

Seruan Rekonsiliasi dari Sejumlah Tokoh Sebelum Tahapan Pemilu Berakhir

Oleh sebab itu, ia meyakini seluruh pihak akan mengikuti tahapan Pemilu berdasarkan peraturan dan perundangan yang berlaku

Seruan Rekonsiliasi dari Sejumlah Tokoh Sebelum Tahapan Pemilu Berakhir
Rizal Bomantama/Tribunnews.com
Mahfud MD dan sejumlah tokoh gerakan Suluh Kebangsaan usai menemui Presiden RI kelima, Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019). 

Mengacu pada surat Al Baqarah ayat 183 tentang kewajiban berpuasa bagi orang-orang yang beriman, Kiai Maman mengingatkan pentingnya memperkuat nilai keimanan.

“Ramadan itu ajakan keimanan. Kekuatan iman akan melahirkan sosok atau pribadi yang amanah dan tidak khianat, termasuk tidak khianat pada komitmen kebangsaan dan kemanusiaan. Orang yang beriman akan selalu berjuang menciptakan rasa aman, tentram pada lingkungan dan pada diri sendiri. Mustahil bagi seorang muslim yang beriman akan berbuat kekerasan, radikalisme, intimidasi, apalagi melakukan aksi terorisme," tutur Dewan Syura DPP PKB ini.

Di akhir uraiannya, Kiai Maman membacakan beberapa hadist dalam Kitab Al-Arba'in An-Nawawiyah karya Imam Nawawi tentang hakikat niat, Hijrah dan karakter orang yang bertakwa.

Orang yang bertakwa memiliki karakter Dermawan, Sabar, Mampu menahan amarah, Mudah memaafkan. Bukan orang yang kasar, tukang caci maki, melawan pemerintah dan menyebarkan kebencian.

Karakter takwa ini, kata dia, yang sangat diperlukan dalam menunggu proses Pemilu 2019.

Semua pihak diharapkan bersabar dan saling bahu membahu dalam mengantisipasi pernyataan maupun manuver kelompok-kelompok tertentu yang ingin membangun persepsi kegentingan atau ketegangan pasca Pemilu 2019.

“Mari kita isi Ramadan ini dengan kedamaian dan rasa syukur. Kita bersyukur kepada Allah karena pemungutan suara berjalan lancar. Terima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah membuktikan bahwa demokrasi kita bisa berjalan dengan baik, damai dan aman,” pungkas Kiai Maman.

Sementara itu, Ketua DPR Bambang Soesatyo juga menyerukan pendapat yang senada.

Bambang Soesatyo mengatakan, suasana khusyuk memasuki Bulan Suci Ramadhan 1440 H tahun ini mudah-mudahan mendorong semua komunitas untuk melakukan renungan dan intropeksi.

Adab publik Indonesia yang luhur itu tidak boleh rusak atau ditarik mundur. Harus tumbuh semangat bersama untuk masing-masing kembali ke akar budaya. 

Halaman
1234
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved