KPK Geledah Rumah Pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan Serta Rumah 2 Direksi PT DRU

KP) melakukan serangkaian penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan kapal di dua direktorat jenderal pada dua kementerian.

KPK Geledah Rumah Pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan Serta Rumah 2 Direksi PT DRU
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan serangkaian penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan kapal di dua direktorat jenderal pada dua kementerian.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, Senin (20/5/2019) tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di tiga lokasi berbeda.

"Rumah di Menteng, Grogol, dan Bekasi. Jadi tiga rumah ini adalah rumah pihak direksi dari PT DRU (Daya Radar Utama) dan pejabat dari KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan). Nanti dari hasil penggeledahan itu baru akan dipelajari lebih lanjut," ungkap Febri di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (20/5/2019).

Baca: Wanita Cantik Memilih Menikah dengan Jembatan, Ini Alasannya

Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik KPK menyita sejumlah barang bukti, yakni berupa dokumen pengadaan kapal dan proses penganggaran.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantor KPK, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2019).
Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantor KPK, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2019). (Tribunnews.com/ Dennis Destryawan)

"Ada dokumen-dokumen yang kami sita, dokumen itu terkait dengan proses pengadaan tentu saja dan juga terkait dengan penganggaran. Kemudian ada barang bukti elektronik juga yang kami amankan dari beberapa lokasi tersebut," ujar Febri.

Namun, ia belum bisa mengungkap lebih jauh terkait proses maupun bagaimana praktik rasuah ini dilakukan.

Baca: 603 Delman di Garut Diliburkan Selama Arus Mudik, Pemiliknya Dapat Kompensasi Rp 75 Ribu per Hari

Hanya saja, kata Febri kerugian negara yang dihasilkan dari tindak pidana korupsi ini ditaksir mencapai Rp 100 miliar.

"Segera akan kami sampaikan kepada publik. Karena memang dalam kasus ini kerugian keuangan negaranya juga sangat besar. Dari identifikasi yang sudah dilakukan, lebih dari 100 miliar (rupiah) dugaan kerugian keuangan negaranya. Sehingga kami harus sangat cermat dan mengumpulkan bukti sebanyak mungkin dan sekuat mungkin," jelas Febri.

Sebelumnya, pada Kamis (16/5/2019) dan Jumat (17/5/2019) tim penyidik KPK juga sudah menggeledah sejumlah lokasi terkait perkara ini.

Baca: Sugeng Resmi Tersangka Mutilasi di Pasar Besar Malang, Tapi Korbannya Hingga Kini Masih Misterius

Halaman
123
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved