Ekonom Indef Dorong Generasi Milenial Masuk Kabinet

Secara global, Abra menyebut bahwa telah terjadi transformasi ekonomi dalam bentuk digital. Kondisi itu diyakini akan merambah ke sektor-sektor lain.

Ekonom Indef Dorong Generasi Milenial Masuk Kabinet
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Capres petahana Joko Widodo menyapa warga sebelum menyampaikan pidato kemenangannya sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 di Kampung Deret, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019). Pidato tersebut menanggapi keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menetapkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abra El Talattov, menyebut bahwa beberapa kementerian selayaknya diisi generasi milenial.

Hal itu diungkapkan Abra pada Sabtu (25/05/2019), menanggapi wacana makin menguatnya Presiden Jokowi yang akan menarik generasi milenial masuk kabinetnya.

Secara global, Abra menyebut bahwa telah terjadi transformasi ekonomi dalam bentuk digital. Kondisi itu diyakini akan merambah ke sektor-sektor lain.

“Perkembangan teknologi ini kan harus direspon. Jadi menteri yang ditunjuk nanti, harus memiliki kapabilitas untuk menyesuaikan tantangan sekarang, seperti ekonomi digital,” jelasnya.

Baca: Prediksi Barcelona vs Valencia Final Copa del Rey, Tanpa Suarez, Messi Ingin Juara

Baca: Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi Siap Buka Bukti di MK Pada 14 Juni

Baca: Video Running Text Penghinaan Terhadap Jokowi dan Megawati Muncul di Papan Display Harga SPBU

Sebelumnya, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, mengatakan bahwa kemungkinan bakal ada figur muda yang duduk di kabinet Jokowi mendatang.

"Oh mungkin, dong (ada menteri muda dalam kabinet Jokowi). Pasti," ujar Erick, Jumat (24/5/2019).

Terkait siapa figur milenial yang layak masuk kabinet, Direktur Gedhe Foundation, Yossy Suparyo, mengatakan, setidaknya ada empat nama figur milenial yang kini dinilai punya kelayakan jadi menteri Jokowi, di antaranya yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Grace Natalie, Nadiem Makarim dan Witjaksono.

"Menurut hasil riset yang saya baca, setidaknya ada empat nama ya yang perlu masuk kabinet, ada AHY, Grace, Nadiem, dan Witjaksono," katanya, Sabtu (25/5/2019).

Seperti diketahui, AHY merupakan putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan Ketum Partai Demokrat dan mantan Presiden RI dua periode. AHY bahkan sudah dipanggil Jokowi.

Sedangkan Grace Natalie merupakan Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dalam pilpres 2019 all out mendukung pasangan 01. Nadiem Makarim adalah pendiri Go-Jek, kalangan profesional yang punya banyak prestasi di bidang transportasi.

Adapun Witjaksono merupakan pengusaha muda yang namanya kerap disebut Jokowi karena jadi satu-satunya pengusaha yang bisa mendirikan dua perusahaan Tbk selama dua tahun berturut-turut, saat‎ usianya 34 tahun, Local Champions 2017 oleh Forbes, Ketua KorNas Pertanian PBNU-‎Kementan, di mana saat ini ia berusia 37 tahun.

Empat nama itu telah masuk dalam radar survei pakar/public opinion makers yang digelar Arus Survei Indonesia (ASI) pada 26 Februari – 12 Maret 2019 lalu. Dalam survei yang mengukur kompetensi itu, tersaring 12 besar di antara 32 nama yang dilakukan survei.

12 nama itu terdiri dari 6 milenial profesional dan 6 milenial partai. Untuk milenial profesional yaitu Emil Dardak (wagub Jatim), Nadiem Makarim (pendiri Go-Jek), Achmad Zaky (pendiri Bukalapak), Merry Riana (penulis dan motivator), Witjaksono (pendiri PT.DPUM,Tbk dan PT.DAJK,Tbk), dan Inayah Wahid (putri Gus Dur).

Sedangkan dari milenial partai yakni Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat), Grance Natalie (PSI), Taj Yasin Maimoen (PPP), Diaz Hendropriyono (PKPI), Lukmanul Khakim (PKB) dan Prananda Paloh (NasDem).

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved