KBPP Apresiasi Polri-TNI Amankan Jakarta Selama Pemilu

Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri mengapresiasi kinerja aparat Polri dan TNI yang rela berjuang mengamankan proses pelaksanaan pemilu serentak

KBPP Apresiasi Polri-TNI Amankan Jakarta Selama Pemilu
Istimewa
Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri mengapresiasi kinerja aparat Polri dan TNI yang rela berjuang mengamankan proses pelaksanaan pemilu serentak 2019. Bahkan, aparat keamanan harus memperpanjang tugasnya hingga proses gugatan hingga putusan di Mahkamah Konstitusi. 

TRIBUNNEWS.COM - Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri mengapresiasi kinerja aparat Polri dan TNI yang rela berjuang mengamankan proses pelaksanaan pemilu serentak 2019.

Bahkan, aparat keamanan harus memperpanjang tugasnya hingga proses gugatan hingga putusan di Mahkamah Konstitusi.

Ketua Umum KBPP Polri, AH Bimo Suryono mengaku bangga menjadi bagian Keluarga Besar Putra Putri Polri meskipun tugas orang tuanya yakni Polri sangat luar biasa. Artinya, tugas yang dilaksanakan Polri menuai pro dan kontra.

“Meskipun, tidak sedikit masyarakat yang memuji kinerja Polri tapi tak kurang juga yang menyudutkan Polri. Namun, memang hal itu sudah menjadi resiko anggota Polri,” kata Bimo di Jakarta, Sabtu (25/5/2019).

Maka dari itu, Bimo mengatakan pihaknya memberi dukungan dan bantuan berupa makanan dan minuman kepada orang tuanya (anggota Polri) yang bertugas mengamankan proses sengketa pemilu presiden di MK maupun Bawaslu RI pada Jumat (24/5/2019) malam.

Baca: Kota Solo Sudah Berkembang Menjadi Kota Jasa kata Soetrisno Bachir

Baca: Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi Siap Buka Bukti di MK Pada 14 Juni

Baca: Pasca-Kasus Penembakan Markas Brimob Purwokerto, Polda Jateng: Jawa Tengah Masih Aman Terkendali

“Kami sampaikan apresiasi, kami melihat tugas para orang tua kita sangat luar biasa. Mereka dikirim dari Polda seluruh Indonesia, meninggalkan anak istri untuk mengamankan daripada hasil pemilu sampai pengumuman KPU dan belum berakhir sampai putusan MK,” ujarnya.

Di samping itu, Bimo mengutuk aksi kerusuhan yang terjadi di depan Kantor Bawaslu RI maupun kawasan Tanah Abang dan kawasan Jalan Wahid Hasyim Sabang Jakarta Pusat serta kawasan Slipi Petamburan Jakarta Barat pada tanggal 21 hingga 22 Mei 2019.

“Kalau ikuti aturan yang benar, mereka tidak lagi unjuk rasa unjuk rasa secara damai. Sebenarnya ada protap menangani perusuh, hanya mereka (Polri) sabar. Kita tahu bahwasanya disusupi oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab, pada akhirnya mengganggu NKRI,” jelas dia.

Oleh karena itu, Bimo berharap masyarakat tetap menjaga ketertiban dan keamanan bersama demi keutuhan serta persatuan Indonesia. Memang, unjuk rasa dijamin dan dilindungi oleh Undang-undang. Namun, menyampaikan pendapat pun harus tetap menaati aturan jangan langgar hukum.

“Masyarakat juga harus semakin dewasa melihat bahwasanya unjuk rasa dijamin UU, tapi ada aturan-aturan yang harus diikuti pengunjuk rasa. Mari sikapi hasil pemilu dengan dewasa,” katanya.

Sementara Komandan Batalyon Penugasan Satuan Brimob Polda Jawa Tengah, Kompol Supandi mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan masyarakat untuk aparat Polri dan TNI yang menjaga keamanan di Ibu Kota Jakarta sejak 23 April 2019 sampai sekarang.

“Sebagai anggota Brimob, kami ucapkan terima kasih atas dukungan dari masyarakat sehingga menambah moril semangat pasukan. Karena, banyak sekali dukungan masyarakat demi kelancaran tugas disini,” kata Supandi.

Penulis: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved