Pemilu 2019

Puskapol UI: Relasi Patron-Klien Masih Mendominasi Pemilu 2019

Banyak dari calon legislatif masih mengandalkan dan menjual kekerabatan mereka dengan elite-elite politik negeri ini.

Puskapol UI: Relasi Patron-Klien Masih Mendominasi Pemilu 2019
Danang Triatmojo/Tribunnews.com
Aditya Perdana menilai relasi patron-klien di Pemilu serentak 2019 masih mendominasi politik nasional dan lokal. 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Berangkat dari karya dua peneliti politik Indonesia berkebangsaan Australia, Aspinal dan Berenschot, Direktur Puskapol UI, Aditya Perdana menilai relasi patron-klien di Pemilu 2019 masih mendominasi politik nasional dan lokal.

Banyak dari calon legislatif masih mengandalkan dan menjual kekerabatan mereka dengan elite-elite politik negeri ini.

"Jadi untuk menunjukan saya adalah anak ini (merujuk tokoh elite politik) dan sebagainya itu penting bagi Pemilu," katanya dalam diskusi di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/5/2019).

Sebab menurutnya, dalam usaha menggalang dukungan dan meraup suara banyak, salah satu yang paling efektif adalah mengandalkan hubungan sedarah dari para elite politik yang sudah malang melintang di dunia perpolitikan Indonesia.

Baca: Mustofa Nahra Jadi Tersangka, Sandiaga Temui Prabowo di Kertanegara

Baca: Marak Program Mudik Gratis Bikin Agen Tiket Bus di Bekasi Timur Merana

Baca: Link Live Streaming PSIS Vs Persija di Indosiar, Ivan Kolev Waspada Bangkitnya Mental Mahesa Djenar

Baca: Nasib MotoGP Ceko Terombang-ambing. Indonesia Siap Gantikan?

Baca: Jika Puan Maharani jadi Ketua DPR RI, Sejarah Baru Tercipta di Republik Indonesia

Mereka menjual citra diri dari hubungan tersebut untuk kemudian disampaikan ke publik.

Ditambah, demi menunjang suara di Pemilu 2019, mereka juga kedapatan mempraktikan transaksi vote buying alias jual beli suara.

"Untuk bisa peroleh suara banyak, transaksi vote buying, trading, juga dilakukan mereka. Mengandalkan kekerabatan, juga meluruskannya dengan transaksi itu," jelas Aditya.

Disamping itu, para caleg bukan tanpa usaha berdagang program. Mereka masih tetap melakukannya namun tidak dijadikan sesuatu yang diandalkan. Melainkan hanya formalitas yang tidak dikhususkan.

"Mereka juga berusaha keras menjual program, tapi tidak jadi hal penting," sebut dia.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved