Diaz Hendropriyono Ajak Milenial Isi Pembangunan

Ketua Umum PKPI Diaz Malik Hendropriyono menilai tingkat partisipasi pemuda dalam pemilu tahun 2019 ini adalah yang tertinggi

Diaz Hendropriyono Ajak Milenial Isi Pembangunan
IST/Remaja Indonesia
Ketua Umum PKPI Diaz Malik Hendropriyono dalam acara diskusi bertajuk 'Milenial Maju: Indonesia Pasca Pemilu' di Studio Remaja, Jakarta, Senin (27/5/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PKPI Diaz Malik Hendropriyono menilai tingkat partisipasi pemuda dalam pemilu tahun 2019 ini adalah yang tertinggi dengan kisaran 80,9 persen suara.

"Dibanding dengan Brexit di Inggris dan Trump di Amerika, partisipasi pemuda dalam pemilu tidak banyak," ujar putra mantan Kepala BIN AM Hendropriyono ini, Rabu (29/5/2019). 

Diaz menambahkan, ada wacana membentuk kabinet Zaken yang isinya para pakar atau profesional.

Jokowi-Maruf diharapkan melibatkan remaja dan kelompok milenial untuk aktif dalam mengisi pembangunan.

Pada Senin (27/5/2019) lalu Diaz Hendropriyono bersama YouTuber menggelar acara buka bersama yang diinisiasi Remaja Indonesia di Studio Remaja, Jakarta.

Acara diisi dengan diskusi yang menghadirkan pembicara-pembicara muda seperti anggota DPR Rahmat Nasution Hamka dan aktivis milenial Keni Novandri.

Dalam diskusi bertajuk 'Milenial Maju: Indonesia Pasca Pemilu' itu, Keni menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di kalangan remaja, khususnya kelompok milenial.

"Ke depan kita harus kubur yang namanya cebong dan kampret karena itu dapat memecah belah persatuan kita dan jauh dari nilai-nilai Pancasila," ujar Keni, Rabu (29/5/2019).

Menurut Diaz, tingkat partisipasi pemuda dalam pemilu kali ini tertinggi dengan kisaran 80,9 persen suara.

 Rahmat menilai sistem demokrasi saat ini sudah sangat transparan.

Bahkan semua pihak bisa mengakses, apalagi para kontestan pemilu, masyarakat umum ikut terlibat mengawasi semua tahapan pemilu.

"Generasi milenial harus objektif melihat ini dan tidak mudah termakan isu hoaks yang merusak persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.

Penulis: Deodatus Pradipto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved