Breaking News:

Pilpres 2019

Sandiaga Bingung, Manifes Pesawat Prabowo Subianto Bisa Beredar di Publik

Sejumlah dokumen transaksi bisnisnya terekspos ke publik padahal sifatnya rahasia dan dilindungi oleh undang-undang.

Tribunnews/JEPRIMA
Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno didampingi para petinggi partai pendukung saat mendeklarasikan kemenangan terkait penyelenggaraan Pilpres 2019 di kediamannya Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019). Prabowo Subianto ditemani Sandiaga Uno kembali menyatakan kemenangannya sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024 berdasarkan perhitungan lebih dari 62 persen hitungan real count internal pada pemilu 2019. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyoroti beredarnya manifest pesawat Prabowo Subianto yang pergi ke luar negeri bersama sejumlah koleganya.

Menurutnya, manifest pesawat sifatnya rahasia apalagi pesawat yang digunakan merupakan pesawat carteran.

"Ya itulah yang saya bilang semua hal yang seharusnya private itu bisa ada di ranah publik dan ya kadang-kadang kita bingung juga," kata Sandiaga di Media Center, Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, (29/5/2019).

Sandiaga mengaku pernah mengalami privasinya terekspose ke publik.

Baca: Prabowo ke Luar Negeri, Sandiaga: Please Hormati Privasi Dia

Baca: Terungkap! Sosok Dua Warga Rusia yang Ikut dalam Rombongan Prabowo ke Dubai

Sejumlah dokumen transaksi bisnisnya terekspos ke publik padahal sifatnya rahasia dan dilindungi oleh undang-undang.

"Kerahasiaan banget. Tapi keluar dengan seperti itu, jadi memang kita dalam waktu waktu yang sangat sulit. Karena kalau kita lihat kebenaran dan keadilan ini sedang di uji suatu hal yang mestinya private, suatu hal yang mestinya dilindungi oleh hukum undang undang, namun bisa dibuka seperti itu," katanya.

Sandiaga enggan menuduh siapapun atau lembaga manapun yang harus bertanggungjawab terhadap beredarnya manifest penumpang pesawat Prabowo Subianto.

Namun ia meminta media massa fair dalam menilai permasalah tersebut.

"Oke kita punya pilihan politik tapi masa hal hal seperti itu kita harus tolerir. Kan mestinya teman teman bisa lihat ini sesuatu yang engga bener gitu, ini suatu yang enggak bener, suatu yang harus diperbaiki dan ya mari kita perbaiki kita saling mengingatkan," pungkasnya.

Sebelumnya Calon Presiden Prabowo Subianto dikabarkan terbang ke Dubai, Uni Emirate Arab. Prabowo berangkat menggunakan pesawat carteran dari bandara Halim Perdana Kusuma menggunakan Private Jet Ambraer 190/ Lineage 1000 noreg : 9HNYC.

Prabowo berangkat bersama sejumlah orang diantaranya, Tedy Arman, Yoriko Fransisko Karundeng, Gibrael Habel Karapang, dua orang warga Rusia Mikhail Davzdov dan Anzhelika Butaeva, satu orang warga Amerika bernama Justin, dan satu orang warga Jerman Mischa Gemermann.

Saat dikonfirmasi, Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Sam Fernando hanya membenarkan masnifest pesawat yang ditumpangi Prabowo.

"Manifestnya benar,"katanya saat dihubungi wartawan, Senin, (28/5/2019).

Kepergian Prabowo ke Dubai belakangan diketahui hanya untuk transit, sebelum menuju Austria. Keberangkatan Prabowo ke Austria dikabarkan untuk kepentingan bisnis.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved