Ani Yudhoyono Meninggal

Cerita SBY Saat Menjabat Presiden RI, Dihujat dan Dihina, Doa Tengah Malam Bersama Sang Istri

Tidak mudah menjadi Presiden RI do era transformasi ini yang memiliki banyak kerumitan.

Cerita SBY Saat Menjabat Presiden RI, Dihujat dan Dihina, Doa Tengah Malam Bersama Sang Istri
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, melakukan prosesi sungkeman bersama Ibu Ani Yudhoyono saat merayakan Hari Iedul Fitri 1432 H, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (31/8/2011). Ibu Ani Yudhoyono wafat di Singapura pada hari Sabtu 1 Juni 2019 karena sakit kanker darah. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tidak mudah menjadi Presiden RI di era transformasi ini yang memiliki banyak kerumitan.

Begitulah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menuliskan pengalamannya sebagai Presiden RI yang ditulis dalam bukunya "Selalu Ada Pilihan".

Di dalam buku setebal 807 halaman itu, SBY menceritakan kisah hidup dan pengalamannya semasa menjabat Presiden keenam RI.

Baca: Cerita SBY Saat-saat Terakhir Ani Yudhoyono Sebelum Menghadap Khalik

Tak lupa SBY juga menceritakan kisah istrinya Ani Yudhoyono mendampingi di kala suka dan duka.

Istri tercinta, yang 1 Juni 2019 kemarin, menghembuskan nafas terakhir menghadap Tuhan Yang Maha Kuasa akibat sakit kanker yang dideritanya.

Dengarkan istri

Menurut SBY, saat hinaan dan caci maki dia peroleh maka tak pernah dia lupakan istrinya yang setia mendampingi.

Dalam berbagai kesempatan, SBY juga mendengar nasihat dan menerima masukan dari berbagai kalangan masyarakat.

Yang intinya menjadi pemimpin harus senantiasa sabar.

"Mendengar nasihat seperti itu saya sering menyampaikan kepada istri bahwa nasihat itu baik dan benar. Harus kita jalankan," tulis SBY.

Baca: TERPOPULER - Andai Jokowi-Maruf Dilantik jadi Presiden RI? Dijawab Rocky Gerung Pakai 3 Kata Ini

Halaman
1234
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved