Pilpres 2019

Terima Aduan Korban Rusuh 22 Mei, KontraS Minta Komnas HAM Turun Tangan

Ia mengatakan secara umum keluarga korban yang mengadu mengalami proses penegakan hukum yang tidak adil.

Terima Aduan Korban Rusuh 22 Mei, KontraS Minta Komnas HAM Turun Tangan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Demonstran terlibat bentrok dengan polisi saat menggelar Aksi 22 Mei di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu serentak 2019. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)  membuka posko pengaduan terhadap korban kekerasan peristiwa rusuh 21-22 Mei 2019. 

Posko pengaduan tersebut dilakukan bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan LBH Pers.

Staff pembelaan HAM KontraS, Andi Muhammad Rezaldy mengungkapkan hingga hari ini, Senin (3/6/2019) telah ada tujuh keluarga korban yang mengadu.

"Hingga sekarang kami menerima 7 pengaduan," kata Andi saat dihubung Tribunnews.com, Senin (3/5/2019).

Baca: Pertemuan Jokowi Dengan Prabowo Bukan Perihal Pengakuan Kalah Atau Menang

Ia mengatakan secara umum keluarga korban yang mengadu mengalami proses penegakan hukum yang tidak adil.

Untuk itu, Andy menyebut pihaknya menempuh mekanisme yang ada untuk menindaklanjuti aduan keluarga korban.

Yakni, meminta Komnas HAM dan Ombudsman untuk turun tangan melakukan pendalaman atas aduan yang diterima KontraS.

"Kami akan meminta Komnas Hak Asasi Manusia dan Ombudsman Republik Indonesia untuk segera turun tangan melakukan pendalaman dan pengawasan terhadap pengaduan yang kami terima, atas proses hukum yang diduga telah melawan hukum dan tidak menghormati hak asasi manusia," jelasnya.

Baca: Ifan Seventeen Terduduk Digerebek Sejumlah Pria di Apartemen, Ceweknya Ngamuk-ngamuk Direkam

Sebelumnya, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) membuka posko pengaduan terhadap korban kekerasan peristiwa rusuh 21-22 Mei 2019. 

Dilakukan bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan LBH Pers, sudah ada tujuh pengaduan yang masuk sejak dibukanya pos aduan yakni 27 Mei lalu. 

Halaman
12
Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved