Ramadan 2019

Tolak Check-In Penumpang, YLKI: Lion Air Telah Langgar Hak Konsumen

Melalui postingan facebook, penumpang bernama Muhammad Chozin Amirullah menduga pihak maskapai telah menjual tiket pesawatnya

Tolak Check-In Penumpang, YLKI: Lion Air Telah Langgar Hak Konsumen
Dok. Angkasa Pura I
Lion Air 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Viral di media sosial terkait kasus penolakan penumpang Lion Air rute Jakarta-Pangkalpinang saat hendak melakukan counter check-in.

Melalui postingan facebook, penumpang bernama Muhammad Chozin Amirullah menduga pihak maskapai telah menjual tiket pesawatnya kepada pihak lain.

Padahal, Chozin mengaku telah sampai di bandara tepat waktu. Akibat antrean mengular di counter checki-in, tiket milik Chozin justru dinyatakan hangus.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi menilai apa yang telah dilakukan maskapai berlambang singa merah itu telah melanggar hak konsumen.

"Jika dilihat limit waktunya masih bisa. Apalagi konsumen sudah masuk antrean. Seharusnya petugas mendistribusikan antrean sehingga tidak terlalu panjang. Lion mustinya menambah counter check in," kata Tulus saat melalui pesan WhatsApp, Senin (3/6/2019).

"Dengan demikian, ini kesalahan pihak Lion. Lion telah melanggar hak konsumen," imbuhnya.

Tulus melanjutkan, Kementerian Perhubungan sebagai regulator perlu memberikan teguran kepada Lion Air atas kejadian tersebut.

Baca: Ifan Seventeen Terduduk Digerebek Sejumlah Pria di Apartemen, Ceweknya Ngamuk-ngamuk Direkam

"YLKI minta kemenhub harus menegur keras lion atas pelanggaran tersebut kembalikan hak konsumen untuk terbang, sesuai tiketnya," tutur Tulus.

Insiden penolakan check-in penumpang itu berawal dari cerita penumpang Lion Air JT 616 rute Cenkareng- Bangka, Pangkal Pinang bernama Muhammad Chozin Amirullah.

Dia memesan tiket penerbangan pukul 10.00 dari terminal 1B Bandara Soekarno Hatta seharga Rp. 1.145.200.

Pria yang menuliskan jabatan Stafsus Pemprov DKI di akun facebook-nya itu mengaku telah datang ke terminal bandara Seotta lebih awal. Namun, karena antrean panjang baru sampai di counter checki-in pukul 09.20 WIB.

Alih-alih mendapat boarding pass, check-in Chozin justru ditolak petugas akibat disebut terlambat check-in. Sang petugas mengatakan Chozin seharusnya melakukan online check-in terlebih dahulu.

Hingga saat ini postingan Chozin di Facebook telah disukai sebanyak 2,9 kali dan dibagikan sebanyak 2.007 kali.

Tribunnews.com sudah berusaha menghubungi Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala dan Managing Director Lion Air Group Daniel Putut terkait hal ini pada Senin (3/6).

Namun, hingga saat ini, baik panggilan telepon maupun pesan WhatsApp yang dikirimkan belum mendapatkan respon dari keduanya.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved