Breaking News:

28 laporan Balon Udara Liar Beterbangan saat Idul Fitri, Ini Aturan dan Hukum Lengkapnya

Marak kabar balon udaran beterbangan pada hari pertama Idul Fitri, ini info lengkap aturan dan hukumnya

Kompas.com/Andri Donnal Putera
Suasana penyelenggaraan Java Balloon Festival 2018 di Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (19/6/2018). Festival diadakan Kementerian Perhubungan bersama AirNav Indonesia dalam rangka meredam maraknya balon udara liar yang membahayakan keselamatan penerbangan dalam beberapa hari terakhir. 

Pada PM 40, balon udara tradisional boleh diterbangkan dengan ketentuan ditambatkan dengan tali maksimum 125 meter dari tanah, ukuran balon maksimum diameter 4 meter dan tinggi 7 meter.

Selain itu, setiap kegiatan penerbangan balon harus meminta izin kepada otoritas bandara dan pemerintah daerah.

Baca: Terbangkan Balon Udara Liar Bisa Dipidana

1. Undang-undang

Peraturan penerbangan baon udaran  diatur dalam undang-undang.

Seperti ini isinya.

UU Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan Pasal 411: “Setiap orang dengan sengaja menerbangkan atau mengoperasikan pesawat udara yang membahayakan keselamatan pesawat udara, penumpang dan barang, dan/atau penduduk atau merugikan harta benda milik orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).” Pesawat udara menurut definisi pada UU No. 1 tentang 2009 termasuk di dalamnya drone, balon udara, dll.

2. Definisi pesawat udara

Definisi Pesawat Udara dalam UU No. 1 tahun 2009 Pasal 1 poin 3:

“3.Pesawat Udara adalah setiap mesin atau alat yang dapat terbang di atmosfer karena gaya angkat dari reaksi udara, tetapi bukan karena reaksi udara terhadap permukaan bumi yang digunakan untuk penerbangan.”

3. Kena pidana

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat yang punya tradisi menerbangan balon udara saat perayaaan Idul Fitri melakukannya tidak lebih dari ketinggian 150 meter.

Pasalnya, balon udara di atas ketinggian tersebut bisa membahayakan keselamatan penerbangan pesawat udara.

Menurut Budi, bagi pelaku yang melanggar ketentuan bisa dituntut melalui jalur hukum.

"Pada dasarnya penggunaan balon itu dilarang bahkan pemerintah bisa menuntut secara pidana. Oleh karenanya sebelum itu dilakukan hentikan kegiatan kegiatan itu," kata Budi di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2019).

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved