Breaking News:

28 laporan Balon Udara Liar Beterbangan saat Idul Fitri, Ini Aturan dan Hukum Lengkapnya

Marak kabar balon udaran beterbangan pada hari pertama Idul Fitri, ini info lengkap aturan dan hukumnya

Kompas.com/Andri Donnal Putera
Suasana penyelenggaraan Java Balloon Festival 2018 di Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (19/6/2018). Festival diadakan Kementerian Perhubungan bersama AirNav Indonesia dalam rangka meredam maraknya balon udara liar yang membahayakan keselamatan penerbangan dalam beberapa hari terakhir. 

Budi menyarankan masyarakat yang hendak menerbangan balon udara besar bisa mengikuti festival-festival yang diadakan pihak terpercata. Sebagai contoh, "Java Traditional Balloon Festival" di Pekalongan yang diadakan Airnav pada Rabu (12/6) mendatang.

"Kalau mau minggu depan ikut saja di Pekalongan. Kalau di Pekalongan itu besarannya ditentukan dan pakai tali sehingga dia terbang terkendali. Tidak boleh ada satu balon yang terbang tidak beraturan," ujarnya.

Menurut Budi pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak penegak hukum terkait yaitu Polri dan TNI di daerah tersebut untuk melakukan operasi pencarian pada masyarakat yang melepaskan balon udara secara liar.

"Ini kalau dibiarkan, selain menggangu pesawat yang terbang, juga menjadi kualifikasi yang kurang baik bagi negara kita, kita kan inginnya jadi negara yang dihargai dunia. Jadi kita akan lakukan suatu kegiatan law enforcement dan imbauan pada masyarakat, pungkasnya.

Menurut laporan yang diterima dari AirNav Indonesia sebagai lembaga penyelenggara navigasi penerbangan nasional, pada H Idul Fitri 5 Juni kemarin, ada laporan pilot (pilot report/ pirep) yang melihat ada sejumlah balon berukuran besar yang dilepaskan di Kecamatan Kretek Kabupaten Wonosobo dan juga di Kabupaten Batang, keduanya di Jawa Tengah dan berada di ketinggian jelajah pesawat.

(Tribunnews.com/Chrysnha)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved