KPK Kembali Ingatkan ASN Tidak Boleh Terima Gratifikasi

Jika ada yang menerima gratifikasi selama cuti Lebaran ini, maka kami ingatkan agar segera melaporkan ke KPK paling lambat 30 hari kerja

KPK Kembali Ingatkan ASN Tidak Boleh Terima Gratifikasi
Tribunnews.com/ Dennis Destryawan
Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantor KPK, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di hari kerja pertama setelah cuti Idulfitri 2019, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengingatkan para pegawai negeri dan penyelenggara negara yang menerima gratifikasi selama cuti Lebaran segera melaporkan ke KPK.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan lembaganya tetap mengingatkan agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penyelenggara negara untuk tidak melakukan korupsi dalam bentuk apapun.

"Jika ada yang menerima gratifikasi selama cuti Lebaran ini, maka kami ingatkan agar segera melaporkan ke KPK paling lambat 30 hari kerja sejak penerimaan terjadi," kata Febri kepada wartawan, Senin (10/6/2019).

Lebih lanjut, Febri mengatakan penerimaan gratifikasi saat ini dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi 'Gratifikasi Online' (GOL).

Baca: Puluhan ASN Mamuju Telat Ikuti Upacara Ditahan Satpol PP

"Pelaporan gratifikasi telah dapat dilakukan lebih mudah, bisa dari handphone atau peralatan komputer masing-masing menggunakan aplikasi 'Gratifikasi Online'," katanya.

Adapun pelapor gratifikasi dapat mengakses melalui tautan https://gol.kpk.go.id atau dengan mengunduh aplikasi 'GOL' di perangkat ponsel berbasis android melalui Google Play store atau melalui App store untuk ponsel dengan sistem operasi iOS.

Sejak diluncurkan pada Desember 2017, data statistik KPK menunjukkan peningkatan penggunaan aplikasi tersebut setiap tahunnya dibandingkan medium pelaporan lainnya.

"Pada 2017 tercatat kurang dari 50 laporan diterima melalui GOL. Pada 2018 dari total 2.353 laporan yang diterima sekitar 21 persen, yaitu 508 laporan berasal dari medium pelaporan GOL. Sedangkan di 2019 hingga 29 Mei tercatat 710 laporan dari total 975 laporan gratifikasi yang diterima berasal dari aplikasi GOL atau sekitar 72 persen," ungkap Febri.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved