Menteri Rudiantara Rancang UKM Indonesia Buat Koperasi Raksasa Dengan Dikaitkan Dijitalisasi

Menteri Rudiantara mencontohkan Gojek Indonesia yang dipegang Nadiem Makarim (34) yang masih muda dan sukses dengan bisnis nya tersebut.

Menteri Rudiantara Rancang UKM Indonesia Buat Koperasi Raksasa Dengan Dikaitkan Dijitalisasi
Richard Susilo
Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara, S.Stat., MBA. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara, S.Stat., MBA (60) memang sangat kreatif dan aktif, memiliki rancangan menjadi UKM (usaha kecil menengah) Indonesia jadi raksasa dengan dikaitkan kepada dijitalisasi.

"Unicorn atau Start-up Indonesia itu kalau dilihat dengan seksama sebenarnya sama dengan koperasi, banyak member terkumpul jadi satu dan menghasilkan suatu bisnis yang menguntungkan bersama," papar Menteri Rudiantara khusus kepada Tribunnews.com kemarin malam (9/6/2019).

Menteri Rudiantara mencontohkan Gojek Indonesia yang dipegang Nadiem Makarim (34) yang masih muda dan sukses dengan bisnis nya tersebut.

"Gojek kan punya anggota para pengendara yang melayani berbagai hal terutama kalau kita lihat Foods nya luar biasa besar sekali omset bisnis tersebut. Pesanan dari rumah masyarakat, pengandara Gojek mengambil makanan dan mengantar ke rumah pemesan. Itu gabungan banyak anggota masyarakat kecil yang juga punya usaha sendiri kecil-kecil tergabung ke dalam lingkaran Gojek. Itu kan juga sama dengan Koperasi tetapi terkait lewat dijitalisasi internet dan aplikasi," jelasnya.

Itulah sebabnya Rudiantara sangat optimis di masa depan Koperasi Indonesia akan sangat besar dan banyak sekali, mungkin akan jadi koperasi terkuat dan terbanyak di dunia.

"Jadi itu sebenarnya Koperasi cuma kita beri nama Unicorn atau start-up company saat ini, mungkin juga biar keren ya."

Meskipun demikian menteri Rudiantara melihat tugas besar negara Indonesia tersebut khususnya membesarkan koperasi bukanlah di tangan satu kementerian saja.

"Itu harus lintas kementerian semuanya ikut bertanggungjawab dan saling koordinasi membuat usaha koperasi besar tersebut."

Misalnya kementerian tenaga kerja juga terlibat, kementerian UKM juga terlibat, kementerian informasi yang dipegang Menteri Rudiantar ajuga terlibat dan berbagai kementerian lain, kemudian membuat satu organisasi khusus yang besar yang fokus membesarkan koperasi koperasi modern tersebut.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved