Pria Asal Depok Ancam Jokowi dan Ledakkan Mako Brimob Kelapa Dua, Ternyata Alasannya Ingin Tenar

Tersangka YY mengaku termotivasi untuk menuliskan kalimat itu adalah ingin mencari nama, pamor, dan ingin dikenal

Pria Asal Depok Ancam Jokowi dan Ledakkan Mako Brimob Kelapa Dua, Ternyata Alasannya Ingin Tenar
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengunjungi Pasar Beringharjo, Yogyakarta pada akhir pekan ini, Sabtu, 8/6/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua hari setelah menyebar ancaman akan membunuh Presiden Joko Widodo dan meledakkan Mako Brimob Kelapa Dua, YY (29) ditangkap polisi.

YY menyebarkan dua kalimat ancaman, yang pertama berbunyi, "Tanggal 29 Jokowi harus Mati.'

Kalimat ancaman kedua berbunyi, "Tunggu diberitakan ada ledakan dalam waktu dekat ini di Asrama Brimob Kelapa Dua sebelum tanggal 29." 

"Itu dalam percakapan group WhatsApp 'silaturahmi' pada 9 Juni 2019 pukul 22.13 WIB," ucap Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019).

Akhirnya, anggota Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap YY di kediamannya di Tapos, Depok, Jawa Barat, Selasa (11/6/2019) sekira pukul 11.45 WIB.

Menurut Asep, ancaman peledakan Mako Brimob Kelapa Dua dikirim YY melalui grup WhatsApp di hari yang sama ia menyebarkan ancaman akan membunuh Presiden Jokowi.

"Tepatnya pukul 22.16 WIB," sambung Asep.

Ingin dicap pendukung militan

Berdasarkan keterangan kepada penyidik, YY mengaku ingin dikenal sebagai pendukung militan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pemilu 2019.

"Tersangka YY mengaku termotivasi untuk menuliskan kalimat itu adalah ingin mencari nama, pamor, dan ingin dikenal sebagai pendukung militan dari salah satu paslon capres 2019," ucapnya.

Halaman
1234
Editor: Sanusi
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved