Pilpres 2019

Sidang Sengketa Pilpres, 32 Ribu Personel Gabungan Disiagakan di MK

Ia menjelaskan pengamanan dari personel gabungan akan dilaksanakan sejak awal sidang pada tanggal 14 Juni hingga berakhirnya sidang pada tanggal 28 Ju

Sidang Sengketa Pilpres, 32 Ribu Personel Gabungan Disiagakan di MK
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Kombes Pol Asep Adi Saputra 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jelang sidang perdana sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), 32.000 personel gabungan disiagakan guna mengamankan area sekitar MK dan jalannya sidang.

"Masih 32 ribu (personel). Ini merupakan gabungan Polri dan TNI, serta aparat terkait seperti Pemda dan Dinas kesehatan," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019).

Ia menjelaskan pengamanan dari personel gabungan akan dilaksanakan sejak awal sidang pada tanggal 14 Juni hingga berakhirnya sidang pada tanggal 28 Juni 2019.

Meski ada pengamanan ketat, Asep meminta masyarakat tak perlu khawatir dan tetap beraktivitas seperti biasa. Pasalnya, pengamanan kali ini tak akan sampai menutup jalan protokol seperti saat aksi pengamanan 21-22 Mei lalu.

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena kita tidak membuat suatu rencana pengamanan seperti tanggal 21-22 Mei yang menutup jalan sepenuhnya. Itu kondisi atau rencana awal kita. Tapi melihat situasi yang berkembang tanggal 14 sampai 28 masyarakat diimbau tenang saja bekerja dan beraktifitas, karena jalan protokol tidak terganggu seperti kemarin," ucapnya.

Baca: 5.703 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir Di Konawe Utara

Lebih lanjut, Polri turut melakukan upaya preventif jelang pengumuman putusan sidang MK yakni pada tanggal 28 Mei. Upaya itu adalah dengan mengimbau masyarakat agar tak berbondong-bondong datang ke MK.

Selain itu, pihak Polri juga akan melakukan upaya-upaya preventif menjelang pengumuman putusan yakni dengan menghimbau agar masyarakat tak berbondong-bondong datang ke MK.

"Untuk upaya-upaya preventif kita pada saat nanti sidang MK tanggal 28 Mei, pengumuman itu semuanya sudah kita atau sedemikian rupa supaya pertama tentunya himbauan supaya masyarakat tidak perlu datang dan paslon tertentu menyampaikan tidak perlu berbondong-bondong datang ke MK," pungkasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved