Dalami Hoaks 'Kasus Kivlan Zen Direkayasa', Direktorat Siber Kejar Kreator Hoaks-nya

Diketahui, YM diringkus kepolisian diduga menyebar hoaks kasus Kivlan Zen direkayasa ke sepuluh WhatsApp (WA) Group

Dalami Hoaks 'Kasus Kivlan Zen Direkayasa', Direktorat Siber Kejar Kreator Hoaks-nya
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Kasubdit II Dirtippidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Rickynaldo Chairul (kiri) dan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo 

Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Rickynaldo Chairul mengatakan yang bersangkutan menyebar hoax itu ke 10 WhatsApp Group. 

"Dari hasil patroli siber kami pada WA-WA Group, kami temukan ada hoaks seolah-olah tangkapan layar percakapan antara dua pejabat negara bahwa kasus Pak Kivlan Zen ini rekayasa. Ini menyebar di 10 WA Group. Kami selidiki siapa penyebarnya, kami temukan penyebarnya adalah tersangka YM," ujar Rickynaldo, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/6/2019).

Rickynaldo mengatakan ternyata pelaku sendiri tak mengetahui apakah percakapan yang disebarkannya itu asli atau tidak. 

YM, kata dia, terindikasi sebagai pendukung salah satu paslon di Pilpres 2019. Sehingga motif yang bersangkutan pun menyebarkan kepada pendukung paslon yang didukungnya bahwa ada rekayasa dalam penanganan kasus Kivlan Zen

"Jadi dia sendiri tidak paham (itu benar apa nggak percakapannya). Jadi dia ikut membantu menyebarkan ke-10 WA grup yang dia punya," ucapnya. 

Atas perbuatannya, YM dijerat Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19/2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11/2008 tentang ITE dan atau Pasal 14 ayat 2 dan atau Pasal 15 UU Nomor 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 207 KUHP.

"Ancaman hukuman pidana paling lama 4 tahun dan denda, dan atau denda paling banyak Rp 750 juta," tukasnya.

Sekedar informasi, tangkapan layar hoax percakapan yang disebar YM adalah seakan-akan Tito mengirim pesan WA kepada Luhut. 

Pesan dari Tito bertuliskan 'atas instruksi abang, kami sudah buat bang, agar rakyat percaya bahwa yang melakukan tindakan makar si Kivlan dll. Untuk itu si Iwan kami bayar lebih'.

Baca: Abdullah Hehamahua Beri Dukungan Moril untuk Mahkamah Konstitusi

Pesan itu kemudian seolah dibalas oleh Luhut dengan tulisan 'Ok To, terimakasih, salam 01'. 

Dalam hoax tangkapan layar itu juga disertakan video pengakuan tersangka HK alias Iwan, yang sebelumnya telah disiarkan Polri di Media Center Kemenko Polhukam.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved