PDI Perjuangan: Kongres V Dipercepat Sesuaikan Agenda Pemerintahan Negara

Hasto Kristiyanto mengungkapkan maksud PDIP mempercepat pelaksanaan Kongres V yang direncanakan dimulai tanggal 8 Agustus 2019 di Bali.

PDI Perjuangan: Kongres V Dipercepat Sesuaikan Agenda Pemerintahan Negara
Tribun Bali
Bendera PDI Perjuangan sudah mulai marak jelang Kongres i 8 April hingga 12 April 2015 mendatang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan maksud PDIP mempercepat pelaksanaan Kongres V yang direncanakan dimulai tanggal 8 Agustus 2019 di Bali.

Menurut Hasto, Percepatan Kongres V selain untuk menyesuaikan dengan agenda pemerintahan negara, juga untuk menyusun seluruh agenda strategis Partai pasca Pemilu 2019, dan sebagai langkah preemptive bagi tugas Ideologis-strategis Partai ke depan.

"Itulah yang menjadi intisari pemikiran Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Jumat (14/6/2019).

Dengan kongres dipercepat tersebut, kata Hasto, maka ketika anggota DPR dan MPR dilantik, diikuti pelantikan Presiden Jokowi, dan KH Ma’ruf Amin, serta pembentukan kabinet, maka seluruh struktur Partai telah terkonsolidasi guna mendukung pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat tersebut.

“PDI Perjuangan semakin fokus mendukung sepenuhnya jalannya pemerintahan Jokowi, karena itu mengapa konsolidasi ideologi, politik, konsolidasi struktural, dan konsolidasi program sudah dilakukan melalui gerak mendahului dalam Kongres V. Jadi keputusan memercepat sangat strategis dan sebagai implementasi jatidiri sebagai Partai Pelopor," ucap Hasto.

Baca: Alasan Kongres V PDIP Dipercepat, Megawati Sudah Siapkan Regenerasi

Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf ini pun mengungkapkan, apa yang dilakukan PDI Perjuangan adalah pembumian dari jalan keyakinan politik melalui ideologi Pancasila yang digelorakan oleh ide, pemikiran, cita-cita, gagasan, dan perjuangan Bung Karno, Bapak Bangsa Indonesia.

“PDI Perjuangan kokoh secara ideologis, dan terus memerbaiki diri melalui pengelolaan Partai yang modern, menjadi Partai digital, namun tetap berakar kuat pada kebudayaan bangsa, dan bekerja dengan cara gotong royong," ungkap Hasto.

Sikap progresif dalam pikir dan gerak kepartaianlah, lanjut Hasto, yang melahirkan gagasan Kongres dipercepat.

“Persiapan seluruh jajaran kepartaian untuk menjadi kekuatan utama yang efektif mengawal Jokowi-KH Ma’ruf akan dilakukan lebih awal. PDI Perjuangan sebagai Partai Pelopor berdiri di depan bagi kemajuan Indonesia Raya di segala bidang kehidupan," jelasnya.

Diketahui, Kongres PDIP salah satu agenda pentingnya membahas pergantian ketua umum partai.

Pada Kongres IV PDIP 2015, Megawati Soekarnoputri kembali terpilih menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan.

Masa jabatan Megawati akan habis pada tahun 2020. Jabatan yang diembannya itu menjadikan sebagai ketua umum partai terlama sejak 1999.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved