Mudik Lebaran 2019

Konsumsi BBM Tertinggi Saat Arus Mudik Capai 35 Ribu Kiloliter

Pada arus balik saat masyarakat kembali dari mudik, peningkatan konsumsi gasoline terjadi pada 8 Juni, yakni 11 persen dari konsumsi normal

Konsumsi BBM Tertinggi Saat Arus Mudik Capai 35 Ribu Kiloliter
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Kendaraan bermotor dari arah kota menuju pintu tol Pasteur terjebak kemacetan di Jalan Dr Djunjunan (Pasteur), Minggu (9/6/2019). Kemacetan terjadi pada H+3 Lebaran 2019, akibat banyaknya kendaraan pemudik dan wisatawan yang hendak kembali ke Jakarta dan kota lainnya. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM - Satgas Ramadan Idul Fitri Pertamina Siaga memastikan kelancaran pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) di wilayah MOR III Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat saat mudik dan arus balik lebaran 2019.

Unit Manager Comrel & CSR Pertamina Dewi Sri Utami menyampaikan konsumsi tertinggi terjadi saat puncak arus mudik pada 30 Mei 2019, di mana peningkatannya mencapai 32 persen dari konsumsi normal, atau hampir mencapai 35 ribu KL (kiloliter).

Pada arus balik saat masyarakat kembali dari mudik, peningkatan konsumsi gasoline terjadi pada 8 Juni, yakni 11 persen dari konsumsi normal yang mencapai sekitar 30 ribu KL.

"Satgas Pertamina Siaga senantiasa berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung kelancaran arus balik. Penyediaan BBM dilakukan secara dinamis, mengikuti perkembangan skenario rekayasa lalu lintas yang diterapkan," jelas Dewi dalam keterangan pers.

Baca: Benarkah Emas Tidak Berasal dari Bumi? Berikut Hasil Penelitian

Ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG), jelas Dewi juga aman, setidaknya dalam satu minggu kapal LPG bisa datang dua hingga tiga kali ke Depot LPG yang mampu menampung kapal tanker LPG berukuran 2.500 Metrik Ton (MT) yang berasal dari Teluk Semangka - Lampung atau dari Kalbut - Jawa Timur.

Rata-rata penyaluran mencapai 600 - 750 MT per hari.

"Pasokan LPG didistribusikan ke wilayah Jawa Barat sebanyak 40persen, atau sekitar 300 MT. Sisanya untuk suplai Jawa Tengah. Adapun titik terjauh distribusi Jawa Tengah sampai Pemalang dan Pekalongan," jelasnya.

Dewi menambahkan, selain Depot LPG di Pelabuhan Cirebon, Pertamina MOR III memiliki depot LPG di beberapa wilayah lain diantaranya Balongan, Tanjung Priuk, dan Tanjung Sekong - Banten.

Adapun masa Satgas Pertamina Siaga Ramadan dan Idul Fitri untuk produk LPG berlangsung sejak 21 Mei hingga 20 Juni 2019.

Untuk memenuhi kenaikan konsumsi tersebut, Pertamina telah meningkatkan pasokan LPG dan meningkatkan jam operasional Pangkalan Siaga dan Agen LPG Siaga.

Selain itu, menyiapkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) Kantong di beberapa wilayah serta menyiagakan pasokan fakultatif apabila diperlukan.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved