Pilpres 2019

Tanggapi Berkas Perbaikan Permohonan Gugatan Kubu 02, Kuasa Hukum Jokowi-Ma'ruf: Cari Mati Namanya

Kuasa Hukum paslon 01, I Wayan Sudhirta memberikan tanggapan atas permohonan gugatan hasil pilpres baru yang diajukan tim hukum paslon nomor 02.

Tanggapi Berkas Perbaikan Permohonan Gugatan Kubu 02, Kuasa Hukum Jokowi-Ma'ruf: Cari Mati Namanya
TRIBUNNEWS/GITA IRAWAN
Kuasa Hukum paslon Presiden dan Wakil Presiden 01 Joko Widodo dan Maruf Amin, I Wayan Sudirta membacakan pledoi di sidang sengketa Pilpres 2019 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (18/6/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Kuasa Hukum pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, I Wayan Sudhirta memberikan tanggapan atas permohonan gugatan hasil pilpres baru yang diajukan tim hukum pasangan capres dan cawapres 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, I Wayan Sudhirta menilai, kubu Prabowo-Sandi telah mencari 'kuburannya' sendiri karena membuat berkas perbaikan permohonan gugatan hingga sebanyak 15 petitum, atau 146 halaman.

 Soal Sidang Sengketa Pilpres, Fadli Zon: Hakim Bukan Seperti yang Dianggap Hakim Kalkulator

Pasalnya, menurut Wayan dalam teori permohonan, makin ringkas gugatan yang diajukan, maka akan semakin baik.

Sebaliknya, jika gugatan yang diajukan itu makin panjang, maka akan semakin sulit pula bagi pemohon untuk membuktikan gugatannya.

"Ini kan sama dengan mencari kuburan namanya. Ini mencari mati dengan menyiapkan tali gantungan sendiri menjerat lehernya," kata Wayan yang ditemui di Posko Cemara, Menten, Jakarta Pusat, Senin (17/6/2019)

Selain itu, Menurut Wayan, dalam persidangan sengketa ini, tim Prabowo-Sandi hanya akan ramai di luar persidangan, tapi sepi saat pembuktian di hadapat Majelis Hakim.

"Maka nanti akan ditemukan ramai di luar sidang, sepi pembuktian di dalam sidang," kata Wayan.

 Belum Genap Sehari Buka, Kelab Malam Halal di Arab Saudi Langsung Ditutup Paksa Pemerintah

Suasana sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di Gedung MK, Jakarta, Kamis (28/3/2019).
Suasana sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di Gedung MK, Jakarta, Kamis (28/3/2019). ((KOMPAS.com/Devina Halim))

Tak hanya itu, Wayan juga menilai, gugatan baru 02 ini juga menyimpang dari peraturan perundang-undangan dan peraturan MK.

Ia bahkan menyinggung apa yang disampaikan oleh banyak pengamat bahwa gugatan dari tim Prabowo-Sandi ini tidak layak dan tidak lazim.

"Inilah permohonan yang selama saya tahu, permohonan ini, selain tidak lazim, aneh, saya harus berani mengatakan, permohonan yang paling menyimpang dari aturan dan peraturan MK. Paling menyimpang," kata Wayan, seperti dikutip dari Kompas.com.

BACA ARTIKEL SELENGKAPNYA DI SINI >>>

Editor: Claudia Noventa
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved