Kasus BLBI

KPK Segera Sita Aset Bos Gajah Tunggal Sjamsul Nursalim Terkait Kasus BLBI

KPK memastikan sudah mengantongi sejumlah aset milik bos Gajah Tunggal Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim

KPK Segera Sita Aset Bos Gajah Tunggal Sjamsul Nursalim Terkait Kasus BLBI
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan sudah mengantongi sejumlah aset milik bos Gajah Tunggal Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim untuk disita sebagai upaya pengembalian kerugian negara sebesar Rp 4,85 triliun.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, penyitaan sejumlah aset Sjamsul Nursalim dan istrinya sebagai upaya memulihkan kerugian keuangan negara sebesar Rp4,58 triliun akibat tindak kejahatan kasus korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas BLBI.

"Tujuan utamanya adalah mengembalikan kerugian negara, targetnya disitu kan kerugian negara mencapai Rp4,85 triliun," kata Agus di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (21/6/2019).

Agus memastikan, penyidik KPK telah mengantongi bukti dan sejumlah aset milik Sjamsul Nursalim dari hasil tindak kejahatan kasus dugaan korupsi BLBI.

Baca: Deddy Corbuzier Laksanakan Salat Magrib di Kediaman KH Maruf Amin

Baca: Dipinjamkan Semen Padang FC Abdulrahman Lestaluhu Cetak Gol untuk Perseru ke Gawang Kabau Sirah

Baca: 5 Bocah yang Tewas di Kebakaran Pabrik Korek Dibawa Ibunya Kerja, Ini Alasan Pintu Selalu Dikunci

Baca: Menpora Jajal Stadion Papua Bangkit: Dari Eksekusi Penalti Hingga Jadi Kiper

Menurutnya, sejumlah aset tersebut akan segera disita untuk mengembalikan keuangan negara.

"Anak-anak pasti memikirkan itu (melacak aset Sjamsul Nursalim), mereka menaikkan ke tingkat penyidikan pasti mereka sudah punya data, sudah punya informasi, karena tidak mungkin kita menaikkan ke tingkat penyidikan tanpa alat bukti," tegasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penelusuran aset Sjamsul dan Itjih telah dilakukan sejak menyidik kasus korupsi SKL BLBI dengan tersangka mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung.

"Asset tracing sudah mulai dilakukan oleh tim sejak kami memproses satu orang pertama sebagai tersangka. Waktu itu SAT (Syafruddin Arsyad Temenggung) yang kemudian sudah diputus sampai Pengadilan Tinggi," kata Febri kepada wartawan, Selasa (11/6/2019).

Ketua KPK Agus Rahardjo saat diskusi publik
Ketua KPK Agus Rahardjo saat diskusi publik "Pilih yang Bersih Cek Rekam Jejak" di Kantor MMD Initiative, Jalan Kramat 6 nomor 18, Senen, Jakarta Pusat pada Selasa (16/4/2019). (Tribunnews.com/Gita Irawan)

Sjamsul Nursalim dan istri diketahui saat ini menetap di Singapura. Meski demikian, sebagian aset dan bisnisnya masih berjalan di Indonesia. Salah satunya, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL).

Halaman
1234
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved