Pilpres 2019

Sosok 'Bikin Gagal Fokus' di Ruang Sidang Mahkamah Konstitusi

Christina menjelaskan, menjadi bagian tim hukum Jokowi-Ma'ruf, karena tugas dari Partai Golkar.

Sosok 'Bikin Gagal Fokus' di Ruang Sidang Mahkamah Konstitusi
Dennis Destryawan/Tribunnews.com
Christina Aryani 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Christina Aryani, sosok 'pemanis' ruang sidang menyita perhatian pengguna media sosial, khususnya di Twitter.

Christina, menjadi sosok perempuan yang bersuara pada sidang gugatan hasil pemilihan presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat.

Sosoknya, menyita perhatian publik di dunia maya.

"Gagal fokus! Denger suara Prof. Yusril mata liat yang bening di belakang #FaktaSidangMK @christinaaryani," tulis akun @yosieproject.

Pengacara Jokowi Christina Aryani hadir di sidang MK.
Pengacara Jokowi Christina Aryani hadir di sidang MK. (instagram.com/christinaarya)

Tribunnews, coba menelusuri sosok Christina. Ia merupakan kuasa hukum Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Christina berada di tengah-tengah barisan nama besar, seperti Yusril Ihza Mahendra, Luhut Pangaribuan, dan Arsul Sani dalam sidang gugatan hasil pemilihan presiden.

"Kalau saya kan' memang dari awal terlibat di direktorat hukum dan advokasi, saya perwakilan dari Partai Golkar," kata Christina di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2019).

Baca: Berkah Ibu Ayu Si Penjual Jengkol di Gedung Mahkamah Konstitusi

Christina Aryani selain advokat, juga merupakan caleg terpilih di pileg 2019 ini.

Dia maju dari dapil DKI II yang meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Luar negeri.

Ia tak ingin berkomentar banyak terkait keterpilihannya sebagai anggota DPR. Christina memperoleh suara 26.159.

"Iya, nanti Oktober (resminya)," tutur Christina.

Christina menjelaskan, menjadi bagian tim hukum Jokowi-Ma'ruf, karena tugas dari Partai Golkar.

Christina Aryani, Wasekjen DPP Partai Golkar.
Christina Aryani, Wasekjen DPP Partai Golkar. (Wahyu Aji/Tribunnews.com)

"Ini kan' komposisinya ada perwakilan dari partai lalu dari luar ada juga yang membantu kayak Pak Yusril, Pak Luhut itu kan' mereka lawyer praktisi yang ikut membantu karena kepedulian kepada 01," tutur Christina.

Christina menilai, materi persidangan di Mahkamah Konstitusi, belum ada saksi yang dihadirkan tim Prabowo-Sandi yang mampu membuktikan kecurangan yang selama dituduhkan.

"Belum ada yang wow sih ya. Menurut saya yang wow, saksi yang tahanan kota, bisa datang memberikan kesaksian ke MK. Itu gimana ya, agak nekat ya menurut saya," katanya. 

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved