Tim Peneliti UGM Sarankan KPU Pakai Tenaga Mahasiswa Sebagai KPPS di Pilkada 2020

Hal itu disampaikan oleh Dosen Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM, Riris Andono Ahmad

Tim Peneliti UGM Sarankan KPU Pakai Tenaga Mahasiswa Sebagai KPPS di Pilkada 2020
Kompas.com/PRIYOMBODO
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) merekomendasikan agar pelaksanaan pesta demokrasi pascapemilu serentak 2019 dapat memanfaatkan tenaga mahasiswa sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Hal itu disampaikan oleh Dosen Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM, Riris Andono Ahmad dalam konferensi pers di KPU RI, Jakarta Pusat.

Katanya, rekomendasi tersebut juga telah dibahas dalam pertemuan bersama jajaran Komisioner KPU RI.

"Salah satu yang kami bahas juga dengan KPU tadi kemingkinan support yang bisa diberikan oleh universitas-universitas untuk menyediakan tenaga penyelenggara Pemilu," ungkap Riris, di lokasi, Selasa (25/6/2019).

Baca: BJ Habibie Ulang Tahun Ke-83, Melly Goeslaw Beri Ucapan Puitis

Baca: Pertama Kali Tanam Mangrove, Shireen Sungkar Senang Bisa Melestarikan Lingkungan

Baca: Sama Pakai Logo SNI, Kualitas Mancis Merk TOKE Produksi Pabrik yang Terbakar Lebih Rendah

Pemanfaatan tenaga mahasiswa ini bisa dilakukan lewat Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan magang yang biasanya diselenggarakan oleh setiap universitas bagi mahasisswa yang menginjak semester 7.

Rekomendasi ini selain menghadirkan petugas penyelenggara Pemilu yang punya fisik segar dan bugar, KPU juga tak perlu terlalu mengeluarkan beban biaya tambahan.

"Salah satu yang kami usulkan adalah memanfaatkan mekanisme KKN dan magang yang sekarang ada di universitas untuk menyuplai tenaga Pemilu di lapangan. Karena tidak memerlukan biaya tambahan," ungkapnya.

Nantinya, formulasi mencampur petugas profesional dengan yang "fresh" akan dijajaki guna mencoba segala kemungkinan tersebut untuk diterapkan saat penyelenggaraan Pilkada 2020 sebagai uji coba sebelum ditetapkan pada Pemilu serentak selanjutnya.

Uji coba ini, kata Riris bakal dimulai secara lokal dalam lingkup wilayah D.I. Yogyakarta sebagai batu loncatan untuk menyimpulkan dengan akurat problematika seperti Pemilu serentak 2019 yang banyak memakan korban petugas KPPS, tidak kembali terjadi.

"Kami akan mulai dari situ agar bisa menyimpulkan dengan akurat, pola-pola agar problematika serupa tidak terjadi lagi," pungkas Riris.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved