Polri Soroti Meningkatnya Kasus Hoaks pada 2019 Dibandingkan Tahun Lalu

Mabes Polri menyoroti adanya peningkatan kasus berita bohong atau hoaks yang lebih masif di tahun 2019 dibandingkan dengan tahun lalu.

Polri Soroti Meningkatnya Kasus Hoaks pada 2019 Dibandingkan Tahun Lalu
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri menyoroti adanya peningkatan kasus berita bohong atau hoaks yang lebih masif di tahun 2019 dibandingkan dengan tahun lalu. 

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan secara keseluruhan terdapat 52 kasus hoaks pada tahun 2018. Angka itu meningkat dengan telah terjadinya 51 kasus hoaks hanya dalam kurun waktu Januari-Juni 2019. 

"Untuk 2019, Januari sampai Juni itu ada 51 kasus, ada 32 kasus yang selesai. Artinya ada peningkatan di situ. Kalau tahun lalu itu satu tahun 52 kasus. Tahun ini dari Januari sampai Juni ada 51 kasus," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019). 

Untuk meminimalkan penyebaran hoaks kepada masyarakat Indonesia, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menyebut Polri terus melakukan patroli siber di media sosial guna menangkap para pelaku penyebar hoaks. 

Baca: Sandra Dewi Bercerita tentang Pengalaman Gagal di Kehamilan Pertama Demi Menginspirasi Banyak Orang

Baca: Anggota DPD RI Asal Maluku Minta Pileg dan Pilpres Dipisah Pada Pemilu 2024

Baca: Produksi Merosot, Orang Indonesia Bisa Tak Lagi Minum Susu Australia

Di sisi lain, Dedi mengatakan selama tahun 2019, pihaknya telah menangani 657 kasus terkait pencemaran nama baik. Sedangkan di tahun 2018, terdapat 1.271 kasus pencemaran nama baik dengan 556 di antaranya sudah selesai diusut.
Berlanjut ke kasus ujaran kebencian, jenderal bintang satu itu menuturkan pihaknya telah mencatat adanya 101 kasus selama 2019.

Sementara di tahun 2018 sendiri, kata dia, tercatat ada 255 kasus ujaran kebencian dengan 118 di antaranya sudah selesai diusut Korps Bhayangkara. "Untuk pencemaran nama baik itu 657 kasus, ujaran kebencian 101 kasus di tahun 2019 yang ditangani Direktorat Siber (Bareskrim Polri) dan Polda," pungkasnya. 
 

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved