Dulu Ladang Ganja, Sekarang Lumbung Kopi

Badan Narkotika Nasional (BNN) sukses menyulap kawasan Gayo Lues Provinsi Aceh dari predikat ladang ganja menjadi lumbung kopi.

Dulu Ladang Ganja, Sekarang Lumbung Kopi
Theresia Felisiani
Kopi hingga pentol dan nugget ikan lele hasil olahan dari warga binaan BNN di beberapa kampung narkobaā€ˇ, seluruh produk ini siap dipasarkan secara online di Toko Stop Narkoba. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Badan Narkotika Nasional (BNN) sukses menyulap kawasan Gayo Lues Provinsi Aceh dari predikat ladang ganja menjadi lumbung kopi.

Dengan mendatangkan pelatih ke Gayo Lues, kini petani ganja disana sudah beralih tidak lagi menanam ganja, tapi menanam kopi.

Kopi yang ditanam di bekas lahan ganja ini sempat dipamerkan dalam puncak perayaan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), Rabu (26/6/‎2019) di The Tribrata, Jakarta Selatan yang dibuka langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Kopi-kopi ini bakal dipasarkan melalui online shop Toko Stop Narkoba yang digagas BNN dan diluncurkan oleh Jusuf Kalla secara simbolik dengan menekan tombol sirene.

Lela dari BNNP Aceh mengungkap upaya BNN ini sukses menjadi solusi agar petani ganja tidak kembali menanam ganja dan diproses hukum.

Pasca diproses hukum, efek jeranya hanya sesaat kemudian kembali menanam ganja. Kini petani di Gayo Lues telah benar-benar hijrah menjadi petani kopi, menjauhi barang haram.

"‎Upaya dari BNN pusat sukses mengalihkan petani ganja ke petani kopi. Kini proses pemisahan kopi dengan biji kopi dan rosting kopi secara tradisional dilakukan di Desa Agusen‎," ucap Lela.

Kopi-kopi hasil olahan ini dipasarkan dengan nama "Bubuk Kopi Gayo Agusen".

Melalui online shop Toko Stop Narkoba, Lela berharap kopi ini kian luas dipasarkan sehingga kesejahteraan petani kopi di Desa Agusen, Gayo Lues terus meningkat.

Tidak hanya di Aceh, BNN juga fokus mengubah predikat "kampung narkoba" Pahandut di Kalimantan Tengah ‎menjadi zona bersih narkoba dan memberdayakan warga di sana agar menjauhi narkoba dengan memberikan pelatihan dan keterampilan.

Menengok ke stan BNNP Palangkaraya, Kalimantan Tengah saat puncak perayaan HANI 2019, ‎disana banyak ditemukan hasil olahan makanan dari ikan.

Baca: iOS 13 Beta Sudah Bisa Dicoba, Begini Caranya

"Pahandut itu kalau di Jakarta seperti Kampung Ambon. Beruntung disana BNN melatih warga untuk mengolah ikan lele dan haruan menjadi panganan mulai dari nugget, pentol, keripik hingga abon," ucap Isnaini, perwakilan kelompok usaha binaan BNN, Banua Pahandut ‎di Palangkaraya.

‎Harga yang ditawarkan untuk masing-masing olahan panganan itu cukup murah meriah yakni Rp 30-35 ribu per kemasan. Proses pembinaan sendiri, menurut Isnaini sudah berlangsung selama 3 tahun melihatkan bapak-bapak, kaum ibu hingga remaja.

"Kami kelompok usaha binaan BNN bersyukur sekali diberi fasilitas dan pelatihan pengolahan ikan. Jadi kami tidak tergoda dengan ajakan bisnis narkoba. ‎Pikiran-pikiran ke sana (narkoba) jadi teralihkan," imbuhnya.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved