Berbekal Pengalaman, Cak Imin Dinilai Tepat Jadi Ketua MPR RI

Pada pemilu 2004 - 2009 terpilih kembali sebagai wakil ketua DPR RI dan akhirnya diminta SBY sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI.

Berbekal Pengalaman, Cak Imin Dinilai Tepat Jadi Ketua MPR RI
Kompas.com/Kristian Erdianto
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar saat ditemui di rumah dinas Wakil Ketua MPR, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (18/5/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Nasional Jaringan Akar Rumput Cak Imin (Jangkar Cak Imin) A. Jabidi Ritonga menyambut baik keinginan H. Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dicalonkan sebagai Ketua MPR RI Periode 2019 - 2024.

"Sosok Cak Imin bukanlah orang baru baik di DPR maupun di MPR. Umur 33 tahun pada pemilu 1999 menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI 1999 - 2004, bahkan sebagai sosok yang paling muda waktu itu," ujar Ritonga di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Rekam jejak Cak Imin, kata dia, tak perlu diragukan lagi.

Pada pemilu 2004 - 2009 terpilih kembali sebagai wakil ketua DPR RI dan akhirnya diminta SBY sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI.

Seterusnya mencalonkan kembali pada pemilu 2014 - 2019 dan terpilih sebagai Wakil Ketua MPR RI sampai sekarang.

"Pada pemilu 2019 - 2024 terpilih sebagai anggota DPR yang bakal dilantik," ujar Ritonga.

"Atas dasar pengalaman dan kepemimpinan partai juga sudah sangat matang, dua periode sebagai ketua umum DPP PKB terpilih secara aklamasi," tambah Ritonga.

Baca: Politisi PKB Jelaskan Pertemuan Cak Imin dengan SBY Kemarin

Menurutnya, sepanjang perjalan karir kepemimpinan, baik dua periode SBY dan Jokowi, komitmen kebersamaan dan mengawal kepemimpinan pemerintahan Cak Imin sangat teruji.

"Apalagi komitmen kebangsaan, saya kira tidak ada pikiran lain, selain menginginkan bangsa Indonesia menjadi lebih baik, bangsa yang maju dan sejahtera. Kiranya resmpon postif ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, semua partai yang ada," ujar Ritonga.

Pihaknya mengharapkan semua partai politik segera melakukan konsolidasi pasca pelaksanaan pemilu 2019 yang sudah mengurus banyak energi, kompetisi dan persaingan antar partai sudah selesai, baik partai pendukung 01 atau 02, karena sekarang yang ada adalah persatuan Indonesia.

"Peran dan fungsi DPR / MPR RI harus berjalan sebagaimana amanat UUD 1945, semoga Indonesia menjadi lebih baik lagi, dari semua sektor yang ada," ujarnya.

Dia juga berharap kepada masyarakat Indonesia untuk dapat menerima dan mari bersama sama membangun Indonesia.

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved