Di Hadapan 132 Negara, Fadli Zon sebut Tantangan Perdamaian Dunia Semakin Kompleks

Sebagai pimpinan parlemen yang membidangi politik, hukum dan keamanan, Fadli Zon bicara di depan forum yang membahas isu keamanan.

Di Hadapan 132 Negara, Fadli Zon sebut Tantangan Perdamaian Dunia Semakin Kompleks
KOMPAS.com/JESSI CARINA
Fadli Zon 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tantangan perdamaian dunia semakin kompleks. Untuk itu, parlemen memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga dan mendorong lahirnya produk legislasi yang mendukung budaya dan praktik perdamaian. 

Demikian disampailan Wakil Ketua DPR Fadli Zon dalam acara Second International Forum “Development of Parliamentarism”, yang diselenggarakan di World Trade Center (WTC), Moskow, Rusia, Senin (1/7/2019).

Kegiatan tahunan yang diinisiasi Parlemen Rusia, Duma ini dihadiri delegasi dari 132 negara dengan 800 anggota parlemen.

Ada tiga isu utama yang dibahas pada forum tersebut, yakni isu keamanan internasional, proses penyusunan undang-undang di era digital, serta mengenai kerja sama parlemen.

Baca: Empat Warga Banyumas Luka-luka Diserang Babi Hutan

Baca: Mengaku Sudah Temui Hotman Paris, Apakah Barbie Kumalasari dan Galih Ginanjar Gentar?

Baca: Informasi Lengkap Harga Tiket Jumpa Fans Running Man 458

Baca: Dihubungi Tak Direspon, Ternyata Staf Ahli DPRD Halmahera Selatan Ini Meninggal di Kamar Hotel

Baca: 5 Lagu Romantis Taylor Swift, Nomor 5 Cocok untuk Kamu yang Sedang Merindukan Seseorang!

Sebagai pimpinan parlemen yang membidangi politik, hukum dan keamanan, Fadli Zon bicara di depan forum yang membahas isu keamanan.

Menurutnya, Indonesia adalah negara maritim. Keamanan maritim (maritime security) merupakan isu penting yang perlu diperhatikan.

Sejak zaman dulu, kata Fadli, laut telah menjadi elemen penting dalam arus perdagangan dan pertumbuhan ekonomi dunia. Di era digital sekarang ini, 90 persen perdagangan dunia masih dilakukan melalui jalur laut.

"Itu sebabnya semua negara harus berkepentingan agar keamanan maritim tetap terjaga. Bagaimanapun, pembajakan, perampokan bersenjata, penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), penyelundupan manusia, juga terorisme, masih menjadi isu keamanan maritim," kata Fadli melalui keterangannya, Selasa (2/7/2019).

Fadli juga menekankan agar maritim tidak boleh dijadikan arena konflik dan adu supremasi. Ml

Halaman
123
Penulis: chaerul umam
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved