Di Hadapan 132 Negara, Fadli Zon sebut Tantangan Perdamaian Dunia Semakin Kompleks

Sebagai pimpinan parlemen yang membidangi politik, hukum dan keamanan, Fadli Zon bicara di depan forum yang membahas isu keamanan.

Di Hadapan 132 Negara, Fadli Zon sebut Tantangan Perdamaian Dunia Semakin Kompleks
KOMPAS.com/JESSI CARINA
Fadli Zon 

Menurutnya, maritim adalah arena perdamaian yang harus dijaga bersama.

Itu sebabnya prinsip-prinsip hukum internasional yang diakui secara universal harus terus dijaga.

"Parlemen bisa memainkan peranan penting, terutama dalam mendorong konsultasi dan negosiasi yang lebih cair dan bersahabat terkait sejumlah sengketa, seperti yang terjadi di Laut Cina Selatan," ujarnya.

Sebagai negara yang sering disebut sebagai ‘Benua Maritim’, Fadli mengatakan Indonesia tentu saja ikut berupaya menjaga ketertiban dan perdamaian di laut melalui berbagai forum bilateral, regional dan multilateral.

Satu diantaranya dengan memainkan peran penting meningkatkan kerja sama maritim melalui IORA (The Indian Ocean Rim Association). 

"Di luar ancaman yang bersifat tradisional, ancaman lain yang membayangi stabilitas global adalah terkait keamanan dunia maya. Dunia kita saat ini memang dibentuk oleh kemajuan teknologi dan inovasi digital serta cyber," ucapnya.

Teknologi digital dan cyber telah mendorong banyak sekali inovasi.

Namun, jika tak dikelola, dunia maya dapat menjadi tempat berkembang biaknya teror, kebencian, dan juga berita palsu.

Di tengah dunia yang saling terkoneksi, ancaman di satu belahan dunia bisa segera tereskalasi menjadi ancaman global.

"Saya menggaris bawahi bahwa untuk menghadapi tantangan yang timbul dari penggunaan dan penyalahgunaan infrastruktur digital, masyarakat internasional perlu mengembangkan serta menyepakati prinsip-prinsip etika bersama yang menghormati prinsip kedaulatan negara," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: chaerul umam
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved