Langkah Jokowi Usai Ditetapkan Jadi Presiden Terpilih, Bertemu Pimpinan Parpol hingga Bicara Kabinet

Pasangan Joko Widodo (Jokowi) KH Maruf Amin telah resmi ditetapkan sebagai Presiden dan Wapres terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Minggu

Penulis: Daryono
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Jeprima
Joko Widodo dan Ma'ruf AMin di Debat Calon Presiden dan Wakil Presiden di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, 13 April 2019. 

TRIBUNNEWS.COM - Pasangan Joko Widodo (Jokowi) KH Maruf Amin telah resmi ditetapkan sebagai Presiden dan Wapres terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Minggu (30/6/2019). 

Keduanya tinggal menunggu pelantikan sebagai Presiden dan Wapres RI peridoe 2019-2024 pada 20 Oktober mendatang. 

Setelah resmi menjadi Presiden terpilih, Jokowi mulai melakukan sejumlah langkah politik. 

Mantan Wali Kota Solo itu juga mulai membeberkan perihal komposisi kabinet di periode kedua kepemimpinannya.

Baca: Jusuf Kalla Ungkap Perbedaan Saat Bersama SBY dan Jokowi

Berikut rangkuman langkah-langkah politi Jokowi pasca ditetapkan sebagai Presiden terpilih hingga pernyataannya soal komposisi kabinet: 

1. Bertemu Pengurus PKB

Jokowi bertemu dengan seluruh pimpinan PKB di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/7/2019). 

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjelaskan, kedatangannya bersama Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB dari seluruh Indonesia untuk mengucapkan selamat kepada Jokowi atas kemenangannya dalam kontestasi Pilpres 2019.

"Mengucapkan selamat secara langsung karena teman-teman inilah yang selama ini bekerja total di masing-masing daerahnya untuk pemenangan pasangan Pak Jokowi- Kiai Ma'ruf amin," ujar Cak Imin.

Selain mengucapkan selamat secara langsung, kata Cak Imin, dirinya bersama pimpinan PKB lainnya akan membicarakan terkait anggaran pendidikan, dimana lembaga pendidikan yang sudah berkualitas tidak perlu lagi mendapatkan subsidi pemerintah.

"Siap-siap kalau Pak Presiden setuju, lembaga-lembaga pendidikan yang besar-besar, yang negeri akan dikurangi subsidinya untuk dialihkan kepada lembaga-lembaga pendidikan yang beljm mencapai kualitas, kapasitas seperti yang kita harapkan," ujarnya.

Sementara ketika ditanya apakah dirinya juga nanti akan membicarakan persoalan susunan kabinet dengan Presiden, Ia menampiknya dan hal tersebut tidak mungkin dilakukan saat ini

"Kabinet kalau serame ini enggak mungkin, kabinet pasti empat mata sama saya, kalau serame ini enggak mungkin dibahas," katanya.

2. Bertemu Pengurus Golkar

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved