Kasus Suap di Kementerian Agama

‎Ajudan Menteri Agama Cerita Kronologi Penerimaan Uang Rp 10 Juta dari Penyuap Romahurmuziy

Hery Purwanto mengaku sudah menjadi ajudan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sejak April 2015 hingga saat ini.

‎Ajudan Menteri Agama Cerita Kronologi Penerimaan Uang Rp 10 Juta dari Penyuap Romahurmuziy
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan pasca OTT di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019). KPK menahan Ketum PPP yang juga anggota Komisi XI DPR Romahurmuziy, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dengan barang bukti uang sebanyak Rp 156 juta terkait kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kemenag. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Ajudan Menteri Agama, Herry Purwanto, yang berasal dari Institusi Polri, Rabu (3/7/2019) hadir menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta atas perkara dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

Di hadapan majelis hakim, Hery Purwanto mengaku sudah menjadi ajudan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sejak April 2015 hingga saat ini.

Dia pun kerap mendampingi Lukman Hakim Saifuddin saat kunjungan ke berbagai daerah.

Jaksa KPK bertanya apakah Hery turut mendampingi Menteri Lukman saat ada undangan dari Pondok Pesantren Tebu Ireng dan Kemenkes pada 9 Maret 2018 silam.

Baca: Berseteru dengan Galih Ginanjar, Fairuz A Rafiq Ungkap Reaksi Putranya Tiap Dengar Nama sang Artis

Baca: Seusai Beli Makan, Pemuda di Kota Kediri Disergap Begal Jalanan & Langsung Melakukan Aksi Heroik

Baca: Dipanggil Polisi untuk Klarifikasi Atas Kasusnya, Fairuz A Rafiq Bungkam dan Suami Minta Doa

Hery mengakui dia mendampingi Menteri Lukman saat itu.

Kebetulan ketika itu, Menteri Lukman diundang sebagai pembicara oleh panitia dari Pondok Pesantren dan Kemenkes.

"Saya mendampingi pak menteri di acara itu. Selama di Jatim, Pak Haris (terdakwa, Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur nonaktif) menemani Pak Menteri. Menjemput dan mendampingi satu mobil ke tempat acara," tutur Hery.

"Kan perjalanan dari Surabaya ke tempat acara di Jombang, satu jam lebih. Apa mendengar pembicaraan antara Pak Menteri dengan Haris," tanya jaksa lagi.

Hery mengaku‎ Pak Menteri hanya say hello dan bertanya perkembangan Kakanwil Kemenag Jatim.

Lalu Menteri Lukman tertidur karena lelah dan baru dibangunkan saat keluar tol.

Halaman
123
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved