Kabinet Jokowi

Keputusan Terima Partai Baru Ke Koalisi akan Dibahas Jokowi dengan Ketum Parpol Pengusung

Oleh karena itu menurutnya belum ada keputusan apakah akan mengajak Parpol di luar koalisi masuk kabinet atau tidak.

Keputusan Terima Partai Baru Ke Koalisi akan Dibahas Jokowi dengan Ketum Parpol Pengusung
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Sekjen PPP Arsul Sani yang ditemui di hotel kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan bahwa pembahasan kabinet Jokowi-Ma'ruf, masih sangat panjang.

Jokowi-Ma'ruf baru akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2019.

"Ini kan (kabinet) ukan juga sesuai yang harus hari ini, harus minggu ini, itu harus kita putuskan, kan yang namanya urusan kabinet itu kan sampai Oktober nanti. Waktunya jadi cukup panjang," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (7/4/2019).

Oleh karena itu menurutnya belum ada keputusan apakah akan mengajak Parpol di luar koalisi masuk kabinet atau tidak.

Hal tersebut menurut Arsul akan diputuskan dalam pertemuan anatara Ketua Umum Parpol dengan Jokowi, bulan ini.

Baca: Ada Pendukung 02 Akan Bergabung, Golkar Khawatir Jadi Duri Dalam Daging

"Nah nanti disitulah nanti akan dibahas apakah koalisi ini perlu nambah atau tidak. Kalau perlu nambah berapa nambahnya," tuturnya.

Karena menurut Arsul tidak mungkin semua partai di kubu Prabowo-Sandi bisa masuk ke dalam koalisi pemerintah. Karena akan menyebabkan tidak adanya oposisi.

"Kalau nambahnya banyak nanti kan tidak ada yang melakukan fungsi chek and balances dong. Di parlemen, kan tidak bagus juga untuk demokrasi kita," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved