Kabinet Jokowi

Respons Susi Pudjiastuti Ditanya Soal Kesiapannya Kembali Menjadi Menteri Jokowi

Susi Pudjiastuti hanya melempar senyum saat ditanya perihal kesiapannya untuk menjabat sebagai menteri kembali di kabinet Jokowi-Maruf Amin

Respons Susi Pudjiastuti Ditanya Soal Kesiapannya Kembali Menjadi Menteri Jokowi
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di kantor Kementrian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis (4/7/2019). 

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memastikan sebanyak 10.000 kapal asing yang selama ini melakukan ilegal fishing atau mencuri ikan telah angkat kaki dari perairan Indonesia.

Menurut Susi, hal itu disebabkan adanya kebijakan pemerintah Indonesia yang secara tegas menindak kapal-kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

Hal itu disampaikan Susi saat menyampaikan ekspose pencapaian program KKP 'kinerja semester 1 tahun 2019' di Graha Bina Bahari, Kantor KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2019).

“Jadi hilangnya 10.000 kapal asing justru malah menaikkan pendapatan kita,” ujar Susi Pudjiastuti.

Baca: Asian Schools Games 2019: Indonesia Ditargetkan Juara Umum Harus Raih 38 Medali Emas

Baca: Misi Direktur Cantik dari Klub Liga 2 Ini Sangat Keren

Baca: Kecurigaan Hotman Paris ke Wijin Pacar Gisella, Sebut Ariel hingga Hubungan Gaya Bule, Minta Diajari

Susi mengatakan, sebelum dilakukan penindakan penangkapan kapal asing, kondisi perekonomian nelayan menurun drastis.

Petugas memeriksa kapal milik pelaku penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) usai diledakkan di Perairan Momoy, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (5/4/2016). Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali bekerjasama dengan TNI AL dan Polri menenggelamkan 23 kapal illegal fishing secara serentak di tujuh lokasi yaitu Batam, Natuna, Anambas, Belawan, Pontianak dan Tarakan. TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Petugas memeriksa kapal milik pelaku penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) usai diledakkan di Perairan Momoy, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (5/4/2016). Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali bekerjasama dengan TNI AL dan Polri menenggelamkan 23 kapal illegal fishing secara serentak di tujuh lokasi yaitu Batam, Natuna, Anambas, Belawan, Pontianak dan Tarakan. TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO (TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO)

Sebab, para nelayan kalah saing dalam menangkap ikan dengan kapal-kapal asing.

"Kapalnya luar biasa besar yang akhirnya menghabiskan sumber daya laut kita,” jelas Susi.

Ia pun membantah, jika kebijakannya yang menenggelamkan kapal asing pencuri ikan di Indonesia tak memiliki dampak terhadap kesejahteraan nelayan.

“Jadi tidak ada yang bilang penertiban illegal fisihing membuat mundur atau stagnan dari ekonomi perikanan. Tidak, malah justru luar biasa lebih baik,” kata Susi.

Susi menjabarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut pertumbuhan PDB perikanan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Ia mencontohkan bagaimana PDB Perikanan mengalami kenaikan pada triwulan 1-2018 dan meningkat kembali pada triwulan 1-2019.

"Nilai PDB Perikanan mengalami kenaikan dari Rp 58,97 triliun pada TW I-2018 menjadi Rp 62,31 triliun pada TW I-2019," jelas Susi.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved