Kabinet Kerja

Ketua DPR: Kabinet Baru Fokus Pada Inisiatif Presiden Bangun SDM

Negara harus mengalokasi ruang dan waktu yang memadai bagi orang muda dan remaja untuk bertumbuhkembang

Ketua DPR: Kabinet Baru Fokus Pada Inisiatif Presiden Bangun SDM
Istimewa
Bambang Soesatyo, S.E., MBA (56), Ketua DPR RI 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan bahwa negara harus mengalokasi ruang dan waktu yang memadai bagi orang muda dan remaja untuk bertumbuhkembang menjadi generasi milenial dan generasi Z yang kompeten dan kompetitif.

Oleh karena itu menurutnya Presiden Jokowi merancang komposisi kabinet yang diwarnai generasi muda.

"Pesan ini penting dan juga relevan untuk dikedepankan lagi di ruang publik, di tengah isu tentang calon menteri baru atau jatah menteri untuk formasi kabinet baru yang sedang digodok Presiden Jokowi," ujar Bamsoet di Jakarta, Minggu, (7/7/2019).

Menurut Bamsoet, pesan ini penting, karena generasi orang tua sekarang ini harus menghantarkan dan menyiapkan orang muda dan remaja menjadi generasi milenial dan generasi Z yang kompeten dan kompetitif sepanjang era Industri 4.0 dan era sesudahnya.

"Pesan ini juga relevan, karena Presiden Jokowi telah menetapkan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas pembangunan. Tujuannya, mendorong generasi milenial dan generasi Z beradaptasi dengan perubahan zaman, yang ditandai oleh otomatisasi dan digitalisasi pada hampir semua aspek kehidupan, terutama digitalisasi perekonomian," tuturnya.

Program ini kata Bamsoet, layak diperhatikan oleh semua elemen masyarakat. Alasannya tidak mengada-ada.

Tantangan yang sedang dan akan dihadapi orang muda dan remaja sangat berbeda dengan apa yang dulu dihadapi generasi orang tua.

"Lapangan kerja mengalami perubahan signifikan. Banyak pekerjaan tidak lagi butuh peran atau kreasi otak manusia. Kebutuhan akan peran manusia pada sejumlah profesi atau keahlian di dunia kerja tidak lagi signifikan," katanya.

Baca: ‎Ketua DPR Berharap Polarisasi Masyarakat Segera Berkahir Setelah Penetapan Presiden Terpilih

Dengan pertimbangan bahwa program ini sangat strategis bagi orang muda dan remaja, menurut Bamsoet, pemerintah perlu mengintensifkan sosialisasi program ini kepada semua elemen masyarakat dan komunitas.

Sebaliknya, dengan memahami program ini, para orang tua diharapkan makin intens pula dalam memaparkan dan menggambarkan tantangan yang dihadapi anak-anak.

Selain itu, Inisiatif Presiden Jokowi ini pun hendaknya direspons oleh para ahli pendidikan di Kemendikbud dan Kemenristek Dikti.

Apalagi, Kemenristek Dikti juga sudah memiliki gambaran tentang perubahan kebutuhan atau permintaan di sektor lapangan.

"Kemedikbud dan Kemenristek Dikti diharapkan segera berbagi informasi dan pencocok program, yang kemudian diikuti dengan inisiatif bersama untuk membarui kurikulum pendidikan dari tingkat dasar. Pembaruan kurikulum diperlukan sebagai penyesuaian terhadap perubahan zaman," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved