Pilpres 2019

Sebut Rekonsiliasi Bukan Proritas, Moeldoko Diminta Fokus Bekerja

Ketua DPP Golkar Andi Sinulingga meminta Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko untuk tidak mengeluarkan pernyataan kontra produktif.

Sebut Rekonsiliasi Bukan Proritas, Moeldoko Diminta Fokus Bekerja
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Golkar Andi Sinulingga meminta Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko untuk tidak mengeluarkan pernyataan kontra produktif.

Sebelumnya Moeldoko mengatakan bahwa pertemuan atau rekonsiliasi antara Jokowi dengan Prabowo bukan lagi prioritas dan tidak ada urgensinya.

"Saran saya kan lebih bagus kaya Pak Moeldoko kerja aja lah, jangan banyak ngomong yang kontra produktif," ujar Andi di Kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (7/7/2019).

Seharusnya menurut Andi, Moeldoko justru mengeluarkan pernyataan yang menyejukan, usai penyelenggaraan Pilpres.

Sehingga menurutnya, pemerintahan dapat fokus bekerja.

"Jangan begitu lah, pokoknya Pak Moeldoko itu kan elite harus menyejukkan lah harus bisa. Masyarakat kita rentan diprovokatif lah," pungkasnya.

Sebelumnya, melihat situasi yang sudah kembali normal pasca pertarungan politik di Pilpres 2019, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko meminta jangan sampai kita semua terjebak dalam agenda pertemuan Jokowi dengan Prabowo.

Baca: Politikus PPP Dukung Pemberian Amnesti Kepada Baiq Nuril

Baca: Politikus Golkar Sebut Rekonsiliasi Dengan Pemulangan Habib Rizieq Shihab Tidak Ada Korelasinya

Baca: Piala Dunia Wanita 2019: Swedia Posisi Ketiga Usai Kalahkan Inggris

Bahkan menurut pensiunan jenderal bintang empat ini, pertemuan dalam rangka rekonsiliasi kini tidak terlalu penting lagi untuk dibicarakan lagi apalagi sampai diribut-ributkan.

"Nanti kita semuanya hanya terjebak disitu. Kita jadi enggak maju," tegas mantan Panglima TNI itu, Jumat (5/7/2019) di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.

Moeldoko menyuarakan hal itu karena dia merasa di tingkat masyarakat saat ‎ini telah terjadi komunikasi politik yang baik.

Terlebih pasca penetapan presiden dan wakil presiden terpilih oleh KPU pada pasangan kubu 01, Jokowi-Ma'ruf Amin di Minggu (30/6/2019) silam.

Baca: Kepala BNPB: Sutopo Adalah Pahlawan Kemanusiaan

Halaman
1234
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved