Viral Video Pengakuan Sutopo Semasa Hidup soal Dugaan Penyebab Kanker Paru-paru yang Ia Derita

Sebuah video yang merekam pernyataan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho semasa hidup viral di media sosial Facebook.

Viral Video Pengakuan Sutopo Semasa Hidup soal Dugaan Penyebab Kanker Paru-paru yang Ia Derita
tangkapan layar laman @suaratanparokok/Facebook
Video pernyataan Sutopo Purwo Nugroho semasa hidup tentang kanker paru-paru yang ia idap 

Muhammad Ivanka Rizaldy Nugroho menjadi sosok yang paling mencuri perhatian ribuan pelayat saat jenazah Sutopo Purwo Nugroho dimasukkan ke liang lahat di TPU Sasonolayu, Kabupaten Boyolali, Senin (8/7/2019).

Anak sulung dari Sutopo itu, tampak setia menemani ayahandanya hingga ke peristirahatan terakhir.

Dia hadir di TPU yang hanya berjarak ratusan meter dari rumah duka Jalan Jambu, Kampung Surodadi RT 7, RW 9, Kelurahan Siswodipuran, Kabupaten Boyolali pukul 08.30 WIB.

Meskipun tangan dan pundaknya dipegang erat oleh dua orang di sampingnya, Ivanka tampak tidak mau melewatkan detik demi detik sebelum jenazah ayahandanya dimasukkan ke liang lahat di Jalan Perintis Kemerdekaan selama-lamanya sekitar pukul 08.57 WIB.

"Paling tegar, anak yang berbakti," ujar sejumlah pelayat terdengar berbisik saat Apel Persada pemakaman Sutopo yang dipimpin Kepala BNPB, Doni Monardo.

Anggota TNI dan BPBD menurunkan peti jenazah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho ke dalam liang lahat saat pemakaman di TPU Sonolayu, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (8/7/2019). Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia pada usia 49 tahun saat menjalani pengobatan di Tiongkok karena sakit kanker paru-paru yang dideritanya. TRIBUN SOLO/ASEP ABDULLAH ROWI
Anggota TNI dan BPBD menurunkan peti jenazah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho ke dalam liang lahat saat pemakaman di TPU Sonolayu, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (8/7/2019). Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia pada usia 49 tahun saat menjalani pengobatan di Tiongkok karena sakit kanker paru-paru yang dideritanya. TRIBUN SOLO/ASEP ABDULLAH ROWI (TRIBUN SOLO/ASEP ABDULLAH ROWI)

Bahkan Ivanka menjadi orang paling pertama menaburkan bunga sebelum lubang makam yang telah berisi jenazah ayahandanya itu, diurug dengan tanah kembali.

Perwakilan Keluarga Besar Sutopo, Joko Prabowo menyampaikan terima kasih terhadap ribuan pelayat dan pemerintah dalam hal ini BNPB yang dipimpin Doni Monardo.

"Kami mohon Pak Sutopo dimaafkan jika ada salah, dan doanya bagi beliau," harap dia.

Keluarga lanjut dia, sangat kehilangan Sutopo yang selama ini menjadi kebanggaan pihak keluarga dan juga bangsa Indonesia.

"Keluarga (bapak dan ibu) syok, karena kehilangan seorang kebanggaan," aku dia.

Baca: Optimis Sembuh, Ini Keinginan Sutopo Purwo Nugroho yang Belum Terwujud Sebelum Meninggal Dunia

Namun menurut dia, keluarga termasuk istri Retno Utami Yulianingsih dan anaknya Ivanka serta Muhammad Aufa Wikantyasa Nugroho berusaha menerima takdir dari Allah.

"Kami terima secara ikhlas," jelasnya.

3. Kesaksian penggali kubur

Penggalian tanah di tempat pemakaman umum (TPU) Sasonolayu, Kabupaten Boyolali hanya membutuhkan waktu singkat.

Makam itu akan digunakan untuk tempat peristirahatan terakhir Sutopo.

Di balik penggalian tanah di TPU Sasonoloyo, Jalan Perintis Kemerdekaan itu, ada seorang sosok penting bernama, Suwarto (56).

Pak Warto sapaan akrabnya yang menjadi Ketua Tim Penggali Kubur di TPU Sasonolayu itu, mengaku hanya membutuhkan waktu singkat untuk menggali tanah selebar 1,5x2,5 meter dengan kedalaman 1,5 meter lebih.

"Biasanya 4 jam lebih, bahkan ada yang seharian," ungkapnya kepada TribunSolo.com.

"Makam Pak Sutopo mudah digali hanya 2 jam lebih," aku dia membeberkan.

Pria yang sudah 15 tahun menjadi penggali kubur itu menerangkan, tanah di TPU Sasonolayu yang tidak jauh dari rumah duka di Jalan Jambu RT 7, RW 9, Kampung Surodadi, Kelurahan Siswodipuran, Kabupaten Boyolali, mempunyai tekstur tanah keras.

"Bentuknya padas, banyak batu besar saat menggali, tapi makam Pak Sutopo hanya kerikil kecil, Alhamdulillah cepat," terang dia.

Hal senada juga dijelaskan Suparno.

Pria 71 tahun yang ikut menggali tanah peristirahatan terakhir untuk Sutopo itu menuturkan, penggalian tanah sangat mudah.

"Ya mungkin karena kebaikan Pak Sutopo semasa hidup, bermanfaat untuk banyak orang di Indonesia," tuturnya.

"Tanahnya itu gembur (tidak keras), jadinya menggalinya mudah banget," papar dia menekankan.

4. Kesaksian pengangkat peti jenazah

Hari Minggu (7/7/2019) malam, Pukul 22.35 WIB, jenazah Sutopo Purwo Nugroho akhirnya tiba di kediamannya di Perumahan Raffles Hills Blok I6 No.15, Sukatani, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.

Setibanya di rumah duka, peti jenazah Sutopo pun langsung ditandu dari dalam ambulans oleh lebih dari delapan orang yang diantaranya adalah petugas BNPB.

Peti jenazah Sutopo, diletakkan di sebuah meja di depan kediamannya, untuk menjalani prosesi penyerahan dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada Kepala BNPB Doni Monardo.

Afresia Jembar Brata satu dari sejumlah orang yang mengangkat peti jenaza Sutopo, mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak merasakan berat ketika menggotongnya dari dalam ambulans.

"Sama sekali gak berat, enteng banget itu peti jenazahnya," ujar Afresia pada TribunJakarta.com di kediaman almarhum Sutopo, Minggu (7/7/2019).

Lanjut Afresia, dirinya yang juga merupakan petugas BNPB seperti merasakan kehilangan yang mendalam ketika mengangkat peti jenazah Sutopo.

"Kayak ada yang hilang pas ngangkatnya, beneran. Kayak gak nyangka peti jenazah yang saya angkat ini di dalamnya berisi pak Topo," ujar Afresia.

Terakhir, Afresia mengatakan sosok Sutopo baginya merupakan suri tauladan yang sangat baik semasa hidup hingga akhir hayatnya.

"Pastinya saya sendiri sangat merasa kehilangan, beliau merupakan suri tauladan yang sangat baik semasa hidup hingga akhir hayatnya," tandasnya.

(Tribunnews.com/Daryono) (TribunSolo.com/Asep Abdullah/Tribun Palu)

Penulis: Daryono
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved