Aksi Terjun Payung, Rampak Gendang hingga Bela Diri Semarakkan HUT Bhayangkara ke-73

Sejumlah atraksi dari personel TNI-Polri dipertunjukkan dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-73, di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2019).

Aksi Terjun Payung, Rampak Gendang hingga Bela Diri Semarakkan HUT Bhayangkara ke-73
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Atraksi penerjun payung yang membawa bendera Sang Saka Merah Putih, dalam HUT Bhayangkara ke-73, di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah atraksi dari personel TNI-Polri dipertunjukkan dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-73, di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2019).

Pantauan Tribunnews.com, atraksi dimulai dari marching band yang berisikan anggota polisi wanita (polwan) besutan istri Kapolri, Tri Suswati Karnavian, yang menampilkan dua buah lagu.

Aksi dilanjutkan rampak gendang dari kepolisian Jawa Barat dan aksi bela diri eskrima dari Brimob Nusantara.

Ini membuat  para undangan yang hadir berdiri dari tempat duduknya.

MC acara HUT Bhayangkara ke-73 mengatakan atraksi selanjutnya adalah terjun payung dari 22 orang gabungan personel TNI-Polri dari ketinggian 8.000 feet.

Para penerjun ini diangkut oleh Pesawat Casa jenis 212 200 buatan tahun1986 yang diterbangkan pilot AKP Andri Maulana, dan copilot Inspektur Polisi Satu Ilham.

"22 penerjun dari Polri, TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut. Diantaranya terdapat Polwan dan Tentara Wanita," ujar MC wanita dari pengeras suara, Rabu (10/7/2019).

Baca: Kapolri Siap Tindaklanjuti 5 Instruksi Presiden Jokowi di Hari Bhayangkara

Para undangan nampak mengabadikan setiap penerjun yang meliuk-liuk di udara hingga mendarat di depan Monas.

Beberapa diantaranya terlihat membawa bendera.

Yakni bendera Tri Brata, TNI, serta bendera Dirgahayu Polri ke-73.

Penerjun terakhir nampak membawa bendera Merah Putih yang berukuran cukup besar.

Tepuk tangan dan teriakan undangan sempat bergemuruh begitu melihat adanya penerjun payung yang menukik tajam seolah akan menghantam tanah, namun mampu mendarat dengan mulus.

"Aksi terjun payung hari ini dilakukan dengan kondisi angin yang kencang. Para penerjun memperlihatkan pertahanannya dalam mengendalikan parasutnya untuk tepat mendarat," kata MC kembali menjelaskan.

Tak berapa lama, tujuh helikopter melintas di udara dengan formasi 3-3-1 dari arah barat Monas.

Helikopter paling belakang terlihat membawa bendera bertuliskan 'HUT Bhayangkara'.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved