Kapolri: Negara yang Didominasi Masyarakat Bawah Warganya Mudah Digerakkan untuk Berbuat Rusuh

Tito mengatakan, Indonesia masih didominasi masyarakat bawah Indonesia, meski kelompok masyarakat menengahnya sedang tumbuh pesat.

Kapolri: Negara yang Didominasi Masyarakat Bawah Warganya Mudah Digerakkan untuk Berbuat Rusuh
Istimewa
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat mengunjungi Posko Mudik Terpadu Cikopo, Jawa Barat, Jumat (31/5/2019) 

Laporan wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menyinggung kondisi ekonomi Indonesia saat memberikan pembekalan kepada para Calon Perwira Remaja (Capraja) TNI/Polri di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (12/7/2019).

Dia mengatakan, Indonesia masih didominasi masyarakat bawah Indonesia, meski kelompok masyarakat menengahnya sedang tumbuh pesat.

Karena itu, stabilitas keamanan di Indonesia belum semaju negara-negara lain yang yang masyarakatnya didominasi kelas menengah seperti Denmark, Norwegia, USA, dan Singapura.

Masyarakat ekonomi bawah menurut Tito adalah masyarakat yang mudah digerakkan untuk melakukan tindakan-tindakan melawan hukum, seperti berbuat kerusuhan.

Baca: Test Drive All New Mazda 3: Lincah Bermanuver, Memancing Penasaran Banyak Pengguna Jalan

"Negara-negara yang stabil politik dan keamanannya merupakan negara yang didominasi oleh kelas menengah, seperti Denmark, Norwegia, Amerika (Serikat), dan Singapura. Masyarakat ekonomi kelas bawah itu, mereka tidak lagi berpikir masalah perut. Jadi lebih kritis terhadap pemerintah. Ada check and balance, dan cenderung tidak mudah digerakkan untuk sesuatu yang nggak ada gunanya," kata Tito Karnavian.

"Lantas bagaimana dengan Indonesia, di Indonesia masyarakat kelas bawah masih tidak sedikit. Jadi gangguan keamanan masih bisa terjadi," tambah Tito.

Baca: DFSK Akan Operasikan 90 Jaringan Dealer Sampai Akhir 2019

Tito menyatakan, pemerintah sudah melakukan usaha-usaha pembangunan untuk menumbuhkan kelas menengah baru melalui sejumlah program seperti Dana Desa dan pembangunan infrastruktur.

Hasilnya, menurut Tito, Indonesia berada di tiga besar negara-negara anggota G20 yang pertumbuhan ekonominya di atas lima persen.

"Pemerintah saat ini sudah on the track untuk memunculkan kelas menengah baru melalui program-program seperti Dana Desa dan pembangunan Infrastruktur," kata Tito.

Penulis: Lendy Ramadhan
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved